Pengalaman Dimulai Sejak Menjadi Mahasiswa Baru
Pengembangan kompetensi mahasiswa sendiri dapat dimulai sejak awal memasuki kehidupan kampus. Bagi mahasiswa baru, perkuliahan bukan hanya menjadi ruang untuk mengejar nilai dan menyelesaikan mata kuliah. Kampus juga membuka kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang dari berbagai latar belakang, mengikuti organisasi, membangun jejaring, serta mengembangkan kemampuan yang mungkin tidak sepenuhnya diperoleh di ruang kelas.
Hal tersebut juga dirasakan oleh Nona Ratu Syafa Putri Teratai, mahasiswa baru Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 2026 di Universitas Pembangunan Jaya. Baginya, memilih Program Studi Ilmu Komunikasi menjadi salah satu langkah untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi sekaligus memperoleh pengalaman melalui interaksi dengan banyak orang.
“Saya ingin mengembangkan kemampuan komunikasi sekaligus mendapatkan pengalaman dari bertemu banyak orang dengan karakter yang berbeda. Department Gathering ini menjadi momen pas untuk saling kenal, ngobrol santai, dan ngebangun bonding bareng commnation dan kakak-kakak sekalian!,” tulisnya pada akun Instagramnya.
Pengalaman tersebut mulai dibangun melalui berbagai aktivitas kemahasiswaan, salah satunya Department Gathering Ilmu Komunikasi yang mempertemukan mahasiswa baru dengan lingkungan akademik dan mahasiswa lainnya. Kegiatan semacam ini dapat menjadi ruang awal bagi mahasiswa untuk membangun relasi dan beradaptasi dengan kehidupan kampus.
Tantangan dunia kerja saat ini membuat mahasiswa perlu mempersiapkan diri sejak masih berada di bangku kuliah. Gelar akademik tetap memiliki peran penting sebagai bukti seseorang telah menempuh pendidikan dalam bidang tertentu. Namun, dunia profesional juga membutuhkan kemampuan untuk menerapkan pengetahuan, bekerja bersama orang lain, memahami persoalan, serta beradaptasi terhadap perubahan.
Oleh karena itu, pengalaman magang, keterlibatan dalam proyek, organisasi, penelitian, maupun interaksi dengan praktisi dapat menjadi bagian dari proses pembentukan kompetensi mahasiswa. Pendekatan yang mempertemukan kampus dengan dunia industri menjadi salah satu cara untuk memperkecil jarak antara pembelajaran akademik dan kebutuhan profesional.
Bagi UPJ, tujuan pendidikan tidak berhenti pada menghasilkan lulusan dengan ijazah. Mahasiswa juga diharapkan memiliki pengalaman, kompetensi, kemampuan beradaptasi, serta pemahaman mengenai dunia yang akan mereka hadapi setelah menyelesaikan pendidikan.
Sebab, memasuki dunia kerja bukan baru dimulai setelah wisuda. Bagi mahasiswa, proses mempersiapkan diri sebenarnya sudah dimulai sejak hari pertama mereka masuk ke kampus.






