Kuliah Sambil Kerja Melatih Kemandirian
Menjalani dua aktivitas sekaligus bukan perkara mudah. Mahasiswa harus belajar mengatur jadwal kuliah, pekerjaan, tugas, organisasi, kehidupan sosial, sekaligus waktu untuk beristirahat. Di sinilah pengalaman bekerja bisa memberikan pelajaran lain yang tidak selalu ditemukan dalam mata kuliah.
Mahasiswa belajar datang tepat waktu, menyelesaikan pekerjaan sesuai tenggat, berkomunikasi dengan orang yang berbeda karakter, menerima kritik, dan bertanggung jawab ketika melakukan kesalahan. Kemampuan seperti itu mungkin terdengar sederhana, tetapi justru menjadi bagian penting ketika seseorang memasuki dunia profesional.
Kuliah sambil bekerja memang memiliki banyak manfaat. Namun, bukan berarti semakin banyak aktivitas maka semakin baik. Ada mahasiswa yang terlalu sibuk bekerja hingga tugas kuliah terbengkalai. Ada pula yang mengambil terlalu banyak proyek sampai kehilangan waktu tidur dan kesempatan untuk beristirahat.
Pada akhirnya, tujuan utama tetap perlu diperhatikan. Jika pekerjaan membuat mahasiswa memperoleh pengalaman sekaligus tetap mampu menyelesaikan pendidikan dengan baik, keduanya dapat berjalan beriringan. Sebaliknya, jika pekerjaan justru membuat kuliah terus tertunda, mahasiswa perlu mengevaluasi kembali beban yang diambil.
Kuliah sambil kerja seharusnya menjadi strategi, bukan perlombaan untuk terlihat paling sibuk. Fenomena meningkatnya mahasiswa yang bekerja juga tidak berarti setiap mahasiswa harus mengikuti pola yang sama. Ada mahasiswa yang mungkin lebih membutuhkan waktu untuk fokus pada akademik.
Ada yang memilih organisasi, penelitian, kegiatan sosial, atau membangun proyek pribadi sebagai bentuk pengalaman. Hal yang terpenting bukan apakah seorang mahasiswa bekerja atau tidak, melainkan apakah selama kuliah ia memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan yang relevan dengan tujuan setelah lulus.
Pengalaman bisa datang dari banyak tempat. Pekerjaan hanyalah salah satunya.
Dunia Kampus Mulai Berubah
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






