
UPH Festival Menegaskan Martabat dan Panggilan Hidup Mahasiswa
Dr. (H.C.) James T. Riady, Founder and Trustee Chair UPH, menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting untuk membina dan memperlengkapi generasi muda dalam lingkungan yang menghargai martabat mereka. Mahasiswa perlu didorong untuk berpikir kritis, bertumbuh, mengembangkan talenta, dan menemukan tujuan hidup, bukan dibentuk melalui rasa takut maupun penyalahgunaan kekuasaan.
“Di UPH, kami percaya bahwa generasi muda hadir bukan untuk dihancurkan, melainkan untuk dibangun. Bukan untuk dibungkam, melainkan untuk diperlengkapi. Bukan untuk didikte tentang apa yang harus dipikirkan, melainkan untuk belajar bagaimana cara berpikir,” ujarnya.
Pandangan tersebut menjadi bagian dari pendekatan pendidikan UPH yang berlandaskan nilai-nilai Kristiani dan memandang mahasiswa sebagai pribadi yang dibentuk secara utuh, mencakup intelektual, karakter, spiritual, dan panggilan hidup. Semangat inilah yang mendasari UPH Festival sebagai ruang untuk merayakan iman, pembelajaran, komunitas, serta keunikan mahasiswa, sekaligus mengajak mereka memahami bagaimana talenta dapat digunakan untuk membawa dampak.
“Ketika UPH Festival ini usai, saya berharap mahasiswa melangkah keluar dengan pemahaman diri yang lebih mendalam, kejelasan akan tujuan hidup, serta komitmen menggunakan hidup mereka untuk berdampak bagi sesama dan memuliakan Tuhan,” tambah Dr. James.
Sejalan dengan hal tersebut, Dr. Stephanie Riady, B.A., M.Ed., President of UPH, mengajak mahasiswa memahami bahwa keberadaan mereka di UPH bukanlah sebuah kebetulan. Melalui tema Imago Dei, mahasiswa diajak menyadari bahwa setiap pribadi diciptakan menurut gambar Allah.
“UPH percaya bahwa pendidikan bukan sekadar alat untuk memperoleh pengetahuan. Pendidikan adalah tentang menjadi diri kita sebagaimana kita diciptakan, serta menggunakan apa yang telah kita pelajari untuk mengasihi Tuhan, melayani sesama, dan mentransformasi masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc., Rektor UPH, menegaskan bahwa perjalanan mahasiswa di UPH tidak hanya diarahkan untuk meraih gelar, tetapi juga untuk bertumbuh sebagai pribadi yang utuh dan menemukan panggilan hidupnya sebagai ciptaan yang segambar dan serupa dengan-Nya.
“Kami berkomitmen untuk membina perkembangan diri secara utuh, baik secara intelektual, spiritual, emosional, maupun sosial. Setiap mahasiswa akan diperlengkapi bukan hanya untuk sebuah karier, melainkan untuk sebuah panggilan. Di UPH, iman dan pembelajaran menyatu, keunggulan dikejar dengan kerendahan hati, dan pengetahuan digunakan untuk melayani sesama. Inilah yang membuat UPH menjadi rumah bagi setiap mahasiswa,” pungkasnya.
Memahami Identitas, Dunia, dan Panggilan Hidup
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






