More

    Jangan Tunggu Lulus untuk Cari Pengalaman Kerja

    Tidak Harus Langsung Magang di Perusahaan Besar

    Pengalaman kerja juga tidak selalu berarti harus diterima di perusahaan ternama. Sobat Kaka bisa memulainya dari lingkungan yang lebih dekat. Menjadi anggota kepanitiaan, mengelola media sosial organisasi, membantu usaha keluarga, menjadi freelancer, mengikuti proyek dosen, mengerjakan penelitian, menjadi relawan, atau membuat proyek pribadi juga dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan.

    Hal yang terpenting adalah mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengerjakan sesuatu secara nyata dan dapat menjelaskan kontribusinya. Seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi, misalnya, bisa membangun portofolio dari pengalaman mengelola media sosial organisasi kampus. Mahasiswa desain dapat mengumpulkan hasil karya dari berbagai proyek. 

    - Advertisement -

    Mahasiswa teknik bisa mendokumentasikan proyek atau eksperimen yang pernah dikerjakan. Dengan begitu, ketika kesempatan magang atau pekerjaan datang, mahasiswa tidak memulai dari halaman kosong. Salah satu masalah yang sering dihadapi lulusan baru adalah CV yang masih terlalu kosong.

    Selama bertahun-tahun kuliah, sebenarnya ada banyak aktivitas yang bisa menjadi pengalaman. Namun, karena tidak didokumentasikan sejak awal, mahasiswa sering lupa apa saja yang pernah dikerjakan dan pencapaian apa yang berhasil diperoleh.

    Oleh karena itu, mahasiswa sebaiknya mulai menyimpan dokumentasi kegiatan sejak semester awal. Sertifikat, hasil proyek, tulisan, desain, dokumentasi acara, laporan penelitian, hingga tautan karya dapat dikumpulkan dalam satu tempat. Kebiasaan sederhana ini akan sangat membantu ketika mahasiswa mulai melamar magang atau pekerjaan.

    Bahkan, portofolio tidak harus menunggu sampai semester akhir. Semakin cepat dibangun, semakin banyak pula perkembangan kemampuan yang dapat terlihat. Ada manfaat lain yang sering luput dari perhatian. Magang dan pengalaman kerja tidak hanya membantu mahasiswa mendapatkan pekerjaan setelah lulus, tetapi juga membantu mereka mengetahui pekerjaan seperti apa yang sebenarnya ingin dijalani.

    Mahasiswa bisa saja merasa tertarik pada sebuah bidang karena terlihat menarik dari luar. Setelah terjun langsung, ternyata pekerjaannya tidak sesuai dengan ekspektasi.

    Pengalaman semacam itu bukan kegagalan.

    Justru, mahasiswa mendapatkan informasi penting mengenai kemampuan, minat, dan lingkungan kerja yang cocok untuk dirinya. Lebih baik mengetahui hal tersebut ketika masih memiliki waktu untuk mencoba bidang lain daripada baru menyadarinya setelah bertahun-tahun bekerja.

    Bersambung ke halaman selanjutnya –>

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here