More

    Pendidikan Gratis Harus Jadi Jalan Mewujudkan Keadilan Sosial

    Jangan Lupakan Pendidikan Karakter

    Sebagai tokoh yang aktif dalam bidang pendidikan dan dakwah, Nur Ihsan Zaidi menilai pendidikan nasional juga harus memberi perhatian serius terhadap pembentukan karakter.

    Menurutnya, Indonesia tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga generasi yang memiliki integritas, akhlak, tanggung jawab, kedisiplinan dan kepedulian terhadap sesama.

    - Advertisement -

    “Kita tidak cukup hanya mencetak manusia yang pintar, tetapi harus melahirkan manusia yang berilmu sekaligus berkarakter. Ilmu pengetahuan harus menjadi kekuatan untuk membangun kemaslahatan masyarakat dan bangsa,” ujarnya.

    Dalam konteks tersebut, ia menilai madrasah, pesantren, sekolah berbasis keagamaan, organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi dan keluarga memiliki kontribusi penting dalam membangun ekosistem pendidikan nasional.

    Investasi untuk Indonesia Emas

    Nur Ihsan Zaidi menyebut pendidikan sebagai investasi jangka panjang yang menentukan kualitas masa depan Indonesia.

    Menurut dia, pembangunan infrastruktur, transformasi digital dan pertumbuhan ekonomi membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengelola dan mengembangkan seluruh potensi tersebut.

    “Kalau kita ingin Indonesia Emas, maka manusia Indonesia harus dipersiapkan sejak sekarang. Investasi terbesar bangsa adalah investasi pada manusia,” katanya.

    Ia berharap kebijakan pendidikan gratis dapat menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama pemerintah dengan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.

    “Pemerintah tidak mungkin bekerja sendirian. Negara, masyarakat, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, guru, orang tua dan dunia usaha harus membangun ekosistem pendidikan secara bersama-sama,” tuturnya.

    Pada akhirnya, Nur Ihsan Zaidi berharap pendidikan benar-benar menjadi sarana membuka kesempatan, bukan menciptakan kesenjangan baru.

    “Pendidikan harus menjadi tangga bagi anak-anak Indonesia untuk naik kelas secara sosial, ekonomi dan intelektual. Jangan sampai kemiskinan diwariskan karena akses pendidikan yang terbatas. Sebaliknya, melalui pendidikan yang gratis, bermutu dan berkarakter, anak-anak Indonesia harus memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mengubah masa depan dirinya, keluarganya, masyarakatnya dan bangsanya,” pungkasnya.

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here