More

    Kabut Asap Kebakaran Hutan Ganggu Aktivitas Kampus, Bagaimana Nasib Perkuliahan Mahasiswa?

    Kebakaran Hutan Bukan Hanya Persoalan Lingkungan

    Krisis kabut asap menunjukkan bahwa dampak kebakaran hutan melampaui kerusakan hutan dan gangguan kesehatan. Ketika kegiatan akademik harus menyesuaikan diri, persoalan ini turut bersinggungan dengan akses mahasiswa terhadap pendidikan tinggi yang aman dan berkelanjutan.

    Bagi mahasiswa, gangguan perkuliahan dapat memengaruhi jadwal praktikum, penelitian, penyelesaian tugas akhir, hingga rencana kelulusan apabila berlangsung dalam waktu lama. Besarnya dampak tentu berbeda-beda, bergantung pada kondisi daerah dan kebutuhan akademik masing-masing program studi.

    - Advertisement -

    Perguruan tinggi karena itu perlu menempatkan keselamatan sivitas akademika sebagai pertimbangan utama dalam menentukan metode perkuliahan selama kondisi darurat. Penyesuaian tidak harus selalu berupa penghentian kegiatan, tetapi dapat dilakukan dengan mengubah jadwal, metode, atau lokasi pembelajaran sesuai kebutuhan.

    Pada saat yang sama, penanganan kebakaran hutan di tingkat pemerintah tetap menjadi hal mendasar. Selama sumber kebakaran dan pencemaran udara belum tertangani, mahasiswa dan masyarakat di wilayah terdampak berisiko terus menghadapi gangguan aktivitas sehari-hari.

    Kampus memang dapat menyesuaikan kegiatan akademik untuk menghadapi situasi darurat. Namun, keberlanjutan perkuliahan tidak seharusnya hanya bergantung pada kemampuan mahasiswa dan dosen untuk beradaptasi. Perlindungan kesehatan, kebijakan akademik yang fleksibel, serta penanganan kebakaran  hutan yang serius perlu berjalan bersama agar pendidikan tinggi tidak terus-menerus menjadi pihak yang menanggung dampak krisis lingkungan.

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here