More

    Mengapa Mahasiswa Memilih Tak Memakai Almamater Saat Demonstrasi 20 Oktober?

    Mengapa Mahasiswa Ingin Membaur dengan Masyarakat Sipil?

    Pilihan BEM UI berkaitan erat dengan persoalan yang diangkat dalam demonstrasi. Sejumlah tuntutan dalam aksi tersebut menyentuh kehidupan masyarakat di luar lingkungan perguruan tinggi, mulai dari dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), ketimpangan ekonomi, hingga biaya pendidikan.

    Dalam konteks ini, mahasiswa ingin menunjukkan bahwa persoalan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab kelompok yang mengenyam pendidikan tinggi. Kerusakan lingkungan, kesulitan ekonomi, pembatasan ruang sipil, dan mahalnya pendidikan juga berdampak pada kehidupan masyarakat secara luas.

    - Advertisement -

    Karena itu, aksi tanpa alamater dapat dibaca sebagai ajakan agar kritik terhadap pemerintah tidak berhenti sebagai agenda organisasi mahasiswa. Gerakan tersebut berusaha membuka ruang partisipasi bagi masyarakat sipil yang memiliki kepentingan serupa. Namun, keinginan untuk membaur tentu tidak otomatis membuat sebuah aksi menjadi inklusif. 

    Keterbukaan juga ditentukan oleh siapa saja yang dapat berpartisipasi, bagaimana aspirasi mereka disampaikan, dan apakah kelompok di luar kampus benar-benar mendapat ruang dalam gerakan tersebut. Dengan kata lain, melepas atribut merupakan langkah awal. Seberapa jauh pendekatan ini mampu memperluas partisipasi publik masih perlu dilihat dari pelaksanaan dan tindak lanjut gerakannya.

    Penggunaan atribut kampus biasanya membantu publik mengenali afiliasi peserta demonstrasi. Ketika identitas tersebut tidak ditampilkan, koordinasi dan pengenalan kelompok di lapangan dapat menghadapi tantangan tersendiri. Fathimah mengakui bahwa menjalankan aksi dengan pendekatan berbeda memiliki tantangan. 

    Ia menyebut pihaknya telah menyiapkan mekanisme untuk mengantisipasi kemungkinan provokasi di antara peserta. Hal ini menjadi penting karena keterbukaan gerakan harus berjalan beriringan dengan kemampuan peserta menjaga komunikasi dan ketertiban. Identitas bersama yang dibangun berdasarkan tuntutan perlu disertai kesepahaman mengenai tujuan aksi dan cara menyampaikan aspirasi.

    Meski demikian, tidak tepat menyimpulkan bahwa aksi tanpa almamater dengan sendirinya lebih rentan terhadap penyusupan atau lebih sulit dikendalikan. Risiko dan efektivitas pengamanan bergantung pada situasi di lapangan serta mekanisme koordinasi yang diterapkan. Pendekatan yang dicoba BEM UI pada 20 Oktober ini pada akhirnya menjadi eksperimen dalam mengelola demonstrasi. 

    Mahasiswa tidak hanya menyampaikan tuntutan, tetapi juga menguji cara berbeda untuk mengorganisasi massa dan berinteraksi dengan masyarakat.

    Lima Tuntutan yang Dibawa dalam Aksi 20 Oktober

    Bersambung ke halaman selanjutnya –>

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here