Akankah Aksi 28 Oktober Lebih Besar?
BEM UI bersama aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Komite Sadar) telah menyampaikan rencana untuk menggelar aksi lanjutan bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan, bahkan menyerukan aksi nasional saat menyampaikan pernyataan sikap di kawasan Tugu Tani pada 20 Oktober.
Seruan tersebut memperlihatkan keinginan mahasiswa untuk memperluas gerakan setelah demonstrasi sebelumnya. Namun, rencana aksi berskala nasional masih perlu dibedakan dari kepastian jumlah massa dan wilayah yang akan terlibat. Perkembangan menjelang 28 Oktober juga akan memperlihatkan apakah pemerintah memberikan tanggapan terhadap lima tuntutan yang telah disampaikan mahasiswa.
Bagi gerakan mahasiswa, persoalannya kini tidak berhenti pada seberapa besar jumlah peserta yang turun ke jalan. Konsistensi tuntutan, keterlibatan masyarakat sipil, dan tindak lanjut setelah demonstrasi juga akan menentukan pengaruh gerakan tersebut terhadap kebijakan publik.
Dengan Hari Sumpah Pemuda tinggal satu hari lagi, perhatian tertuju pada langkah BEM UI dan aliansi mahasiswa dalam merealisasikan rencana aksi mereka. Apakah 28 Oktober akan menjadi gelombang demonstrasi yang lebih besar, atau justru menjadi momentum konsolidasi dengan bentuk gerakan berbeda? Jawabannya akan terlihat dari perkembangan aksi dan respons pemerintah terhadap tuntutan mahasiswa.






