More

    Puluhan Ribu Kursi PTN Tidak Terisi, Apakah Masalahnya Hanya Biaya?

    Biaya Kuliah Masih Menjadi Pertanyaan

    Persoalan biaya tetap layak mendapat perhatian. Bagi calon mahasiswa dari keluarga berpenghasilan terbatas, lolos seleksi masuk PTN belum tentu berarti seluruh kebutuhan untuk memulai kuliah dapat dipenuhi. Selain uang kuliah tunggal (UKT), calon mahasiswa perlu mempertimbangkan biaya tempat tinggal, transportasi, makan, buku, perangkat belajar, dan kebutuhan sehari-hari lainnya. 

    Bagi mereka yang harus merantau, biaya hidup dapat menjadi beban tambahan yang tidak kecil. Oleh karena itu, keterjangkauan pendidikan tinggi tidak cukup diukur dari besaran UKT saja. Kebijakan bantuan pendidikan juga perlu memastikan bahwa mahasiswa yang membutuhkan dapat mengakses bantuan sesuai kondisi ekonominya.

    - Advertisement -

    Dalam penjelasannya pada Juli 2026, Kemdiktisaintek mencatat bahwa 28,2 persen mahasiswa baru PTN yang diterima pada 2025 berasal dari keluarga kurang mampu dan memperoleh dukungan melalui sejumlah skema. Rinciannya mencakup 18,6 persen melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, 2,7 persen melalui beasiswa lain, 0,2 persen dengan UKT kelompok nol rupiah, serta 6,8 persen melalui UKT kelompok satu dan dua.

    Data tersebut menunjukkan bahwa dukungan pembiayaan telah tersedia melalui berbagai skema. Meski demikian, angka itu belum dengan sendirinya menjawab apakah seluruh calon mahasiswa yang membutuhkan sudah terjangkau bantuan atau apakah persoalan biaya menjadi penyebab utama kursi PTN tidak terisi.

    Untuk memastikan hal tersebut, diperlukan penelusuran terhadap kondisi calon mahasiswa yang batal melakukan registrasi ulang, termasuk kemampuan ekonomi keluarga, besaran UKT yang ditetapkan, dan akses mereka terhadap bantuan pendidikan. Kemdiktisaintek juga menguraikan sejumlah faktor lain yang memengaruhi proses penerimaan mahasiswa baru. 

    Sebagian calon mahasiswa tidak melanjutkan registrasi karena diterima pada program studi yang bukan pilihan utama. Ada pula yang memilih perguruan tinggi kedinasan atau institusi pendidikan lain setelah dinyatakan lolos seleksi PTN. Sementara itu, kursi yang tidak terisi sejak awal dapat terjadi karena jumlah peminat pada program studi tertentu tidak mencukupi.

    Dalam kasus lain, jumlah peminat sebenarnya memadai, tetapi tidak semua peserta memenuhi standar akademik yang ditetapkan program studi tersebut. Artinya, persoalan daya tampung tidak selalu berhubungan langsung dengan kemampuan ekonomi calon mahasiswa. Ada pula persoalan kecocokan pilihan studi, persaingan seleksi, serta daya tarik program studi dan perguruan tinggi.

    Kondisi ini menuntut evaluasi yang lebih terperinci. Pemerintah dan perguruan tinggi perlu membedakan antara calon mahasiswa yang tidak mendaftar ulang karena kendala biaya, mereka yang memilih jalur pendidikan lain, dan kursi yang tidak terisi karena tidak ada peserta yang memenuhi persyaratan akademik.

    Tanpa pemisahan data tersebut, kebijakan yang dibuat berisiko tidak menyasar persoalan sebenarnya.

    Kuliah Gratis Perlu Diikuti Evaluasi Akses

    Bersambung ke halaman selanjutnya –>

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here