Amorphophallus titanum masuk dalam kategori tumbuhan langka berdasarkan klasifikasi dari International Union for Conservation of Nature (IUCN). Keberadaannya dilindungi dengan Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999.

Berasal jauh dari tanah Sumetara, bunga bangkai (Amorphophallus titanium Becc) tumbuh mekar di tanah Jawa. Salah satu koleksi bunga langka ini mekar di Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas LIPI, Bogor, Senin, (04/03/2019) kemarin.
Kuncup bunga pertama mulai muncul di akhir bulan Januari lalu. Terakhir, ia tumbuh dengan tinggi bunga mencapai 281 centimeter dengan lebar spata mencapai 124,4 centimeter.
Induk bunga bangkai ini diperoleh dari hasil eksplorasi di Sungai Manau Kawasan Taman Nasional Gunung Kerinci Seblat (TNKS), Sumatera Barat tahun 2000. Ia menjadi salah satu dari 14 spesimen bunga bangkai koleksi LIPI.
“Keberadaan jenis ini di Kebun Raya Cibodas sangat penting bagi upaya pelestarian, penelitian dan pengetahuan masyarakat luas,” jelas Destri, peneliti Balai Konservasi Kebun Raya Cibodas, Destri, Selasa (05/03/2019).
Ia menjelaskan, bunga bangkai ini memerlukan waktu yang relatif lama untuk satu kali pembungaan yaitu empat tahun. Hal itu karena ia memiliki tiga fase siklus hidup yang terdiri dari vegetatif atau daun, dorman (istirahat) dan generatif (berbunga).
Selain itu, amorphophallus titanium juga memerlukan penyerbukan silang untuk membentuk biji, karena saat masak bunga betina dan jantan tidak sama. Sedangkan bunga betina dan bunga jantan masak atau siap melakukan penyerbukan hanya dalam satu malam.
“Jarangnya tumbuhan ini berbunga dan semakin jarangnya tumbuhan ini ditemukan di alam, menyebabkan kesempatan bunga ini untuk melakukan penyerbukan semakin kecil,”ujar Destri.
Oleh karena itu, tambahnya, kelestarian tanaman ini memerlukan bantuan manusia dalam bentuk pembibitan massal dan cepat, seperti kultur jaringan, dan diikuti reintroduksi di alam. Sehingga bagi Detri tanaman ini sangat penting untuk penelitian, pelestarian dan pengetahuan masyarakat.[]






