
ACEH, KabarKampus – Seekor iduk orangutan sumatera (Pongo Abelii) ditemukan dalam kondisi kritis di kebun warga di Desa Bunga Tanjung Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Aceh, Sabtu, 09/03/2019 kemarin. Ia ditemukan kondisi luka parah bersama bayi orangutan berumur satu tahun.
Orangutan tersebut ditemukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bersama dengan personel WCS-IP dan HOCRU-OIC. Saat ditemukan, mereka langsung dievakuasi ke Pusat Karantina Orangutan di Sibolangit, Sumatera Utara, yang dikelola Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) melalui Program Konservasi Orangutan Sumatera (SOCP), untuk dilakukan perawatan intensif.
Namun sayangnya, dalam perjalanan anak orangutan mati diduga karena malnutrisi. Sementara induk orang utan dalam pemeriksaan di lapangan, dalam kondisi terluka parah karena benda tajam pada tangan kanan, kaki kanan serta punggung. Selain itu didapati juga kedua mata induk orangutan terluka parah karena tembakan senapan angin.
Dari hasil pemeriksaan x-ray di Pusat Karantina Orangutan, ditemukan peluru senapan angin sebanyak 74 butir yang tersebar di seluruh badan. Kondisi orangutan masih belum stabil sehingga masih akan berada di kandang treatment untuk mendapatkan perawatan intensive 24 jam.

Induk orangutan sumatera berusia sekitar 30 tahun tersebut selanjutnya diberi nama HOPE yang berarti “HARAPAN”, dengan harapan, Hope bisa pulih dan bisa mendapatkan kesempatan hidup yang lebih baik.
Saat ini BKSDA Aceh telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum LHK, untuk mengusut tuntas kasus kematian bayi orangutan sumatera dan penganiayaan induknya tersebut. Selain itu KLHK juga menyatakan mengecam keras tindakan biadab yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang menganiaya satwa liar yang dilindungi.[]






