More

    Mahasiswa ITB dan Puluhan Kampus di Jabar Turun ke Jalan

    Aksi Mahasiswa ITB (17/6/2026). (Foto: IDN Times/Debbie Sutrisno)

    BANDUNG, KabarKampus – Gelombang demonstrasi mahasiswa kembali terjadi di Bandung pada Rabu, 17 Juni 2026. Aksi yang melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Barat tersebut menyoroti kondisi ekonomi nasional serta sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai belum berpihak pada kebutuhan masyarakat.

    Salah satu aksi berlangsung di lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang digelar oleh Keluarga Mahasiswa (KM) ITB. Dalam pernyataannya, mahasiswa menilai berbagai persoalan yang terjadi saat ini berakar pada tata kelola pemerintahan yang perlu diperbaiki.

    Menurut KM ITB, sejumlah sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, dan industrialisasi belum mendapatkan perhatian yang optimal dalam berbagai kebijakan pemerintah. “Kami turut prihatin terhadap carut-marut kondisi bangsa saat ini. Dari penilaian kami, akar masalahnya terletak pada tata kelola pemerintahan yang buruk,” kata Ketua KM ITB, Nahdah Nabillah, seperti dikutip dari Liputan 6.

    - Advertisement -

    Mereka juga menilai beberapa program prioritas nasional disusun tanpa landasan riset yang cukup kuat.  “Berbagai kebijakan yang ada menurut kami belum memprioritaskan hal-hal strategis seperti pendidikan, kesehatan, dan yang tidak kalah penting adalah industrialisasi,” jelas dia.

    Mahasiswa juga menyoroti tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat, terutama kelompok kelas menengah dan pekerja muda. “Dampak dari tekanan moneter ini kian mencekik masyarakat, khususnya kelas menengah dan pekerja muda, yang harus menanggung lonjakan harga kebutuhan pokok, mahalnya biaya produksi, kenaikan harga bahan bakar, hingga beban cicilan akibat tingginya suku bunga,” tegasnya.

    Dalam aksi tersebut, KM ITB menyampaikan empat tuntutan utama kepada pemerintah. Pertama, memperkuat tanggung jawab fiskal melalui tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan membuka ruang partisipasi publik secara substantif. 

    Kedua, menghadirkan kebijakan yang mendorong industrialisasi berbasis riset dan manufaktur. Ketiga, melakukan evaluasi terhadap berbagai program pemerintah sekaligus memperbaiki komunikasi publik. Keempat, memastikan seluruh program strategis disusun berdasarkan kajian ilmiah yang matang.

    Tidak hanya berlangsung di kampus, aksi serupa juga digelar oleh gabungan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di depan Gedung DPRD Jawa Barat. Demonstrasi tersebut menjadi aksi ketiga yang dilakukan sejak 12 Juni 2026.

    Bersambung ke halaman selanjutnya –>

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here