
YOGYAKARTA, KabarKampus – Universitas Mercu Buana terus mendorong mahasiswa menghasilkan karya yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan, mulai dari pameran inovasi psikologi hingga program pengabdian masyarakat yang melibatkan ratusan mahasiswa di puluhan sekolah.
Salah satunya melalui Innovation and Creation Week (ICW) Part 4 yang diselenggarakan Laboratorium Sociopreneur Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) pada Selasa (14/7). Bertepatan dengan Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Psychopreneur, kegiatan bertema “Create Your Mind, Build Your Impact” ini menampilkan 10 inovasi psikologi berbasis bukti (evidence-based) yang dirancang untuk menjawab berbagai persoalan kesehatan mental di masyarakat.
Seluruh karya dikembangkan oleh mahasiswa Program Pendidikan Profesi Psikolog dan menyasar berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Untuk anak-anak, mahasiswa menghadirkan Emo Spin, permainan berbasis game-based learning berupa roda emosi visual, serta Pop-Up Book (Mengenal Emosiku) yang menggunakan pendekatan teori emosi Paul Ekman.
Ada pula Kido Kit (Play and Grow) yang berisi berbagai permainan edukatif, seperti play-doh dan manik-manik, untuk membantu stimulasi tumbuh kembang anak sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap gawai. Sementara itu, kelompok remaja dan dewasa awal menjadi sasaran sejumlah inovasi lain.
Love Talk Card dikembangkan sebagai media komunikasi pasangan melalui 15 pertanyaan deep talk berbasis teori Joseph DeVito untuk memperkuat kedekatan emosional. Isu kekerasan dalam pacaran juga mendapat perhatian melalui Sadarasa, platform psikoedukasi berbasis web yang menyediakan layanan screening hubungan, jurnal digital, hingga akses menuju bantuan profesional.
Berbagai solusi praktis untuk mengatasi kecemasan juga diperkenalkan, seperti Welly Chain, gantungan kunci dengan QR Code yang terhubung ke playlist audio regulasi emosi, serta Anxiety Toolkit Box yang berisi lilin aromaterapi lavender, panduan teknik pernapasan 4-7-8, dan pop it sebagai paket pertolongan pertama ketika mengalami kecemasan.
Mahasiswa juga menghadirkan Remind, toples afirmasi dan teknik relaksasi bagi mahasiswa pekerja yang rentan mengalami burnout. Sementara Feelings Jar memanfaatkan metode expressive writing untuk membantu mengelola kecemasan terhadap masa depan.
Sebagai alternatif pemulihan secara berkelompok, mahasiswa memperkenalkan program Healing and Nature yang menggabungkan aktivitas di alam terbuka dengan latihan grounding dan mindfulness. Koordinator Laboratorium Sociopreneur UMBY, Nanda Yunika Wulandari, M.Psi., Psikolog, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama kuliah.
“Selain memiliki kompetensi praktis sebagai calon psikolog umum, mahasiswa diharapkan memiliki kesempatan untuk mengimplementasikan ide-ide inovatifnya melalui kolaborasi dengan Lab Sociopreneur,” ujar Nanda seperti dikutip dari situs Marcubuana.
Salah seorang peserta, Verdi, mengaku kegiatan tersebut membuka cara pandang baru mengenai kewirausahaan sosial. “Kegiatan ini mendorong saya dan rekan-rekan untuk lebih kreatif, berani berkolaborasi, dan berpikir solutif dalam melihat permasalahan sosial di masyarakat,” ungkap Verdi.
Seluruh produk yang dipamerkan masih berupa prototipe dan belum diproduksi secara massal. Saat ini Laboratorium Sociopreneur UMBY tengah mengajukan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk sejumlah karya terpilih sekaligus membuka peluang pengembangan menuju tahap produksi.
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






