More

    Dari Beasiswa UI hingga Aksi “Merebut Kemerdekaan”, Dua Wajah di Momentum HUT RI

    Cover video ajakan aksi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI): “Mari Rebut Kemerdekaan”. (Foto: Instagram @bemui_official)

    JAKARTA, KabarKampus – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diwarnai beragam cerita dari dunia pendidikan dan mahasiswa. Di Pematangsiantar, semangat pendidikan ditunjukkan melalui janji beasiswa bagi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang berhasil diterima di Universitas Indonesia (UI).

    Di Jakarta, semangat kemerdekaan justru akan dibawa ke ruang publik oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama Aliansi BEM Seluruh Indonesia dan sejumlah kelompok masyarakat sipil melalui rencana aksi bertajuk “Merebut Kemerdekaan”.

    Dua peristiwa tersebut memperlihatkan bagaimana momentum kemerdekaan dapat dimaknai dari perspektif yang berbeda, mulai dari kesempatan memperoleh pendidikan hingga keberanian mahasiswa menyampaikan kritik terhadap persoalan sosial dan kebijakan pemerintah.

    - Advertisement -

    Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi menyampaikan komitmennya memberikan beasiswa kepada anggota Paskibraka Kota Pematangsiantar yang berhasil diterima di Universitas Indonesia. Janji tersebut disampaikan Wesly seusai mengukuhkan 55 anggota Paskibraka Kota Pematangsiantar Tahun 2026 di Ruang Serbaguna Pemerintah Kota Pematangsiantar, Sabtu (15/8).

    Dalam kesempatan tersebut, Wesly yang merupakan alumni UI menanyakan kepada para anggota Paskibraka mengenai cita-cita mereka untuk melanjutkan pendidikan di kampus tersebut. “Siapa yang bercita-cita ingin kuliah di Universitas Indonesia? Coba tunjuk tangan!” sebut Wesly, seperti dikutip dari Pematang Siantar Go.

    Sejumlah anggota Paskibraka kemudian mengangkat tangan. Wesly pun menyampaikan bahwa kesempatan tersebut dapat menjadi salah satu target pendidikan yang mereka perjuangkan. “Ada waktu setahun lagi. Sekarang kan masih kelas 2 SMA (kelas XI). Nanti tolong dilapor ya sama saya,” sebut Wesly disambut tepuk tangan anggota Paskibraka.

    Wesly mendorong seluruh anggota Paskibraka untuk tetap serius menempuh pendidikan dan tidak berhenti mengejar cita-cita. Menurutnya, pengalaman menjadi Paskibraka seharusnya tidak hanya berhenti pada tugas upacara, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter dan masa depan generasi muda.

    Pendidikan dan Kepemimpinan Jadi Bekal Generasi Muda

    Dalam pengukuhan tersebut, Wesly juga menyampaikan apresiasi kepada para pembina, penyelenggara, fasilitator, pamong, serta pelatih yang telah mendampingi para anggota Paskibraka selama proses persiapan.

    Ia berharap berbagai nilai yang diperoleh selama pelatihan, terutama kepemimpinan, kepeloporan, kedisiplinan, dan semangat bela negara, dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    “Sekali lagi saya mengucapkan selamat kepada anak-anakku yang telah dikukuhkan menjadi Paskibraka Kota Pematangsiantar Tahun 2026. Selamat bertugas pada upacara peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dan upacara penurunan bendera merah putih pada tanggal 17 Agustus 2026,” tutupnya.

    Pengukuhan Paskibraka diawali dengan pembacaan pengantar pengukuhan oleh Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pematangsiantar Rina Santaria Purba, kemudian dilanjutkan dengan penyematan secara simbolis oleh Wesly.

    Sejumlah pejabat turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Wali Kota Pematangsiantar Herlina, anggota DPRD Kota Pematangsiantar Hendra P Pardede, perwakilan Forkopimda Plus, serta jajaran Pemerintah Kota Pematangsiantar.

    Di sisi lain, momentum HUT ke-81 RI juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan kritik terhadap kondisi sosial dan kebijakan pemerintah. BEM UI bersama Aliansi BEM Seluruh Indonesia dan sejumlah simpul masyarakat sipil berencana menggelar aksi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada Selasa (18/8).

    Ketua BEM UI Yatalathof Ma’shum Imawan mengatakan tema “Merebut Kemerdekaan” dipilih karena aksi tersebut digelar tidak jauh dari momentum peringatan kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, mahasiswa ingin mengajak masyarakat kembali mempertanyakan sejauh mana makna kemerdekaan telah dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

    “Kita bisa bertanya kepada diri kita sendiri dan juga kepada publik, apakah benar-benar kita telah merdeka yang sebenarnya. Oleh karena itu kita akan membawa tagar Merebut Kemerdekaan,” ujar Athof, sapaan Yalathof, Minggu (16/8), seperti dikutip dari Tempo.

    Aksi tersebut tidak hanya membawa isu mengenai makna kemerdekaan, tetapi juga sejumlah persoalan yang berkaitan dengan program pemerintah. Salah satunya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

    BEM UI menilai terdapat sejumlah persoalan dalam implementasi kedua program tersebut. Athof, misalnya, menyoroti keberadaan sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menurutnya berkaitan dengan orang-orang dekat pemerintahan.

    Mereka juga mengkritisi pelaksanaan KDMP yang dinilai belum berjalan dengan baik. “KDMP mengorbankan anggaran-anggaran daerah untuk pemenuhan layanan publik, untuk membayar gaji pegawai, yang mana terjadi sekarang adalah pemborosan yang sangat besar,” ucap Athof.

    Ketika Mahasiswa Memaknai Kemerdekaan dengan Cara Berbeda

    Bersambung ke halaman selanjutnya –>

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here