More

    Mahasiswa Internasional Memilih Kuliah di Indonesia, Apa Daya Tarik Kampus Tanah Air?

    Ilustrasi keragaman mahasiswa di kampus Indonesia.

    JAKARTA, KabarKampus – Indonesia mulai dilirik sebagai tujuan pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari berbagai negara. Biaya hidup, keberagaman budaya, program beasiswa, hingga pengalaman belajar di lingkungan multikultural menjadi sejumlah pertimbangan. Indonesia selama ini lebih dikenal sebagai negara tujuan wisata. 

    Namun, daya tarik tersebut perlahan meluas ke sektor pendidikan tinggi. Sejumlah perguruan tinggi di Tanah Air kini menjadi tempat belajar bagi mahasiswa dari berbagai negara, baik melalui program pertukaran pelajar maupun pendidikan bergelar. Pilihan itu tidak lepas dari sejumlah keunggulan yang ditawarkan Indonesia. 

    Selain biaya pendidikan dan kehidupan yang relatif terjangkau, mahasiswa internasional dapat memperoleh pengalaman akademik sekaligus mengenal masyarakat dengan latar belakang budaya yang beragam. Laporan QS bertajuk Student Mobility and Motivation: ASEAN yang diterbitkan pada 2 November 2026 menunjukkan bahwa kawasan Asia Tenggara semakin diperhitungkan dalam mobilitas mahasiswa internasional. 

    - Advertisement -

    Dalam survei tersebut, 48 persen responden yang mempertimbangkan negara-negara ASEAN sebagai tujuan studi menempatkan lingkungan yang ramah bagi mahasiswa internasional sebagai salah satu faktor utama. Kualitas pengajaran juga menjadi pertimbangan penting, dengan persentase 45 persen. Sementara itu, peluang kerja setelah lulus dan keterjangkauan biaya pendidikan masing-masing menjadi perhatian 41 persen responden.

    Laporan yang sama menggambarkan Indonesia sebagai destinasi yang memiliki nilai kuat dari sisi keterjangkauan biaya dan kekayaan budaya. Dua hal tersebut menjadi modal bagi perguruan tinggi Indonesia untuk bersaing menarik minat mahasiswa dari luar negeri.

    Salah satu pertimbangan mahasiswa internasional ketika memilih negara tujuan pendidikan adalah biaya yang harus dikeluarkan selama masa studi. Dibandingkan sejumlah negara tujuan pendidikan populer di Eropa dan Amerika Utara, Indonesia menawarkan alternatif dengan biaya pendidikan dan kehidupan yang relatif lebih terjangkau.

    Universitas Indonesia (UI), misalnya, mencantumkan estimasi biaya hidup mahasiswa internasional sekitar 678 dolar AS per bulan. Perkiraan tersebut mencakup kebutuhan tempat tinggal, makanan, transportasi, komunikasi, hingga keperluan sehari-hari. Di luar persoalan biaya, keberagaman budaya Indonesia juga memberikan pengalaman tersendiri. 

    Mahasiswa internasional dapat berinteraksi dengan masyarakat yang memiliki bahasa, tradisi, kebiasaan, dan latar belakang berbeda. Pengalaman tersebut memungkinkan proses belajar berlangsung tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga melalui kehidupan sehari-hari. Hal ini dirasakan Solahuddin Chedueramae, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta asal Patani, Thailand Selatan. 

    Kedekatan budaya Melayu dan identitas keislaman menjadi alasan utamanya memilih Indonesia sebagai tempat melanjutkan pendidikan. “Saya memilih UIN Jakarta karena saya seorang muslim dan berasal dari Patani, Thailand Selatan. Budaya dan lingkungan di Indonesia terasa lebih dekat dengan latar belakang saya,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari laman resmi UIN Jakarta.

    Solahuddin juga mengenal kampus tersebut melalui cerita para alumni yang pernah menempuh pendidikan di Indonesia. Menurutnya, pengalaman mereka turut membangun keyakinan untuk memilih UIN Jakarta. Meski memiliki kedekatan budaya, proses adaptasi tetap menjadi bagian dari pengalamannya. 

    Ia sempat mengalami kesulitan memahami materi perkuliahan karena penggunaan Bahasa Indonesia. Pengalaman tersebut membuatnya harus menyesuaikan diri dengan bahasa yang digunakan dalam kegiatan akademik maupun kehidupan sehari-hari.

    Beasiswa dan Program Internasional

    Bersambung ke halaman selanjutnya –>

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here