More

    Pakai Si Ketat “Organ Kewanitaan” BisaTak Sehat

    ilustrasi jeans ketatResita & Santi-SUAKA UIN Sunan Gunung Djati Bandung

    Tren memakai jeans ketat mungkin sudah bukan hal yang asing lagi, kita semua sudah hapal betul klasifikasi model spesiesnya. Contohnya celana emo lah, legging lah, pensil lah and what ever lah. Tak hanya menjadi favorit bagi para “generasi penerus bangsa”, baik kaum adam ataupun hawa, rupanya banyak juga orang yang sudah “berumur” pun masih hobby mengenakan “Si Ketat” ini.

    Sebelumnya, hanya kaum hawa saja yang sering terlihat memakai celana ketat. But now, cowok pun sama. Emang sih, bener banget kalo kita mikir zaman sekarang udah gak musim lagi beda-bedain cewek sama cowok. Pada  intinya, memakai jeans ketat yang asbab an-nuzulnya berasal dari negeri Pamansam ini bukan sekadar familiar lagi, bahkan sudah mejadi kultur di masyarakat kita.

    - Advertisement -

    Kita pasti sudah pada tahu tentang salah satu Band lokal yang di setiap performance nya nyaris selalu memakai celana ketat. Who are them? Itu tuh, band yang di lirik lagunya bilang “Biar kata mirip buaya, bagiku Luna Maya”. Yup, bener banget, band The Changcuters. Grup band ini mungkin bisa kita jadikan salah satu contoh icon atau trendsetter pria pemakai celana ketat.

    Kru KabarKampus-SUAKA sempat bertanya kepada beberapa mahasiswa apa sih alasannya pake celana ketat? “Dari SMA juga udah pake celana ketat, kalo di tanya kenapa, biar keliatan tinggi. Lagian celananya emo gak ngetat kok, tapi begi.. cuman  bawahnya aja yang ngetat,” tutur M. Arif Al Fajar, mahasiswa Jurusan Jurnalistik semester 5.

    Maya, mahasiswi fakultas Syariah dan Hukum pun mengatakan hal serupa. “Alasannya pake celana ketat, ya karena suka aja sih, udah jadi kebiasaan soalnya.”

    Tapi, musti diingat, apapun jenis kelaminnya, pemakaian celana ketat secara berlebihan akan mengakibatkan dampak negatif bahkan bisa sampai fatal juga kalau terus dibiarkan. Seperti apa yang diungkapkan Dokter Ryan Thamrin, bahwa pemakaian celana ketat bagi wanita berpotensi menimbulkan masalah. Antara lain timbulnya jamur, keputihan, ataupun gatal-gatal pada organ kewanitaan. Hal ini disebabkan timbunan keringat yang ada di area itu tidak bisa keluar dengan baik, dan akhirnya menumpuk.

    Bila hal ini dibiarkan terus menerus maka akan membahayakan organ kewanitaan yang mengancam kesehatan reproduksi. Sedangkan Bagi pria, penggunaan celana jeans ketat yang terlampau sering menyebabkan daerah di sekitar kemaluan menjadi panas, sehingga berbahaya untuk sperma.

    Hmm…mungkin sekilas sebagian orang menganggap tak ada bahaya yang terlalu tajam, tetapi apabila sudah berbicara sperma, tahu donk arah pembicaraan kita kemana? Sperma yang terganggu menyebabkan sulit punya keturunan dan tidak menutup kemungkinan sel telur perempuan pun bisa bernasib sama.

    Tak berhenti disitu saja, ada yang lebih wow dari sekadar itu, ancaman Kanker ganas Melanoma pun membayangi sang tuan celana ketat. Obat-obatan belum bisa mengobati kanker ganas ini.

    Mungkin kita udah pada banyak tahu mengenai ancaman bahaya si ketat buat kesehatan. Tapi ngerasa ga sih, terkadang kita selalu mengabaikan hal itu, dan seolah masih merasa aman, dan menganggap sepele. Malah, kita juga suka tetep keukeuh memakai celana ketat, khususnya jeans.

    Nah, untuk problem kayak gini, Listy, seorang mahasiswi jurusan Manajemen ikut berkomentar. Menurutnya, alasan tetap bertahan memakai jeans karena faktor lingkungan dan kenyamanan. Wabah fashion juga ikut andil di dalamnya.

    short-jeans-fashionNamun Listy punya cara tersendiri bagaimana menghindari hal tersebut. Selama ini ia selalu melakukan pencegahan dengan rajin mengganti celana dalam dua kali sehari. Dan yang terpenting jangan sampai satu hari full menggunakan jeans ketat.

    Memang, banyak orang menganggap pakai celana ketat bisa jadi lebih cantik atau tampan. Tapi buat apa, kalo penampilan keren tapi tubuh kita tidak sehat. Gak mau kan? So, pilih mana, tetap mempertahankan bercelana ketat yang keindahannya hanya sebentar, atau peduli dengan kesehatanmu yang bisa tahan lama.  Itu kembali pada dirimu masing-masing teman.

    Namun alangkah baiknya, mumpung kita-kita masih muda, gimana kalau kita memikirkan dulu kesehatan kita, sayang kan kalau sisa umur kita yang Insya Allah masih panjang ini dilewati dengan sakit-sakitan? Apalagi bagi mahasiswa seperti kita yang mayoritas belum pada married… Waduh bahaya donk, kalo terjadi apa-apa sama organ reproduksimu.[]

    - Advertisement -

    1 COMMENT

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here