More

    Polisi Mesir Bubarkan Demonstrasi, 17 tewas

    ABC AUSTRALIA NETWORK

    15 08 2013 bentrok mesir lagi

    Setidaknya 17 orang dilaporkan telah tewas saat polisi Mesir membubarkan dua kamp protes besar besaran yang digelar di Kairo oleh pendukung mantan Presiden Mesir Mohammed Morsi.

    - Advertisement -

    Seorang saksi mata seperti yang dilaporkan Reuters, Ahshur Abid, mengatakan 15 orang tewas saat operasi pembersihan dimulai. Dia bercerita melihat tubuh para korban di sebuah halaman rumah sakit lapangan dekat salah satu kamp demonstran.

    Seorang koresponden AFP juga mengatakan, dia menghitung 15 mayat di kamar mayat daruratdi kamp  the Raaa al-Adawiya dan memperkirakan para korban tewas karena luka tembak.

    Kementerian Dalam Negeri Mesir mengumumkan seorang perwira dan wajib militer juga tewas, dan menggambarkan kematiannya “martir”.

    Kelompok Ikhwanul Muslimin mengajak warga Mesir turun ke jalan dalam jumlah ribuan untuk mengutuk “pembantaian”. Di situs mikroblogging Twitter, Juru bicara Ikhwanul Gehad al-Haddad menulis sedikitnya 100 orang tewas dan lebih dari 2.000 lainnya terluka.

    “Ini bukan upaya pembubaran (protes), tapi upaya berdarah untuk menghancurkan suara oposisi terhadap kudeta militer,” tutur Haddad.

    Di lokasi kamp Rabaa al-Adawiya yang juga ditempati oleh pemimpin Ikhwanul  telah menyerukan warga Mesir turun ke jalan menghentikan pembantaian. Bentrokan paling hebat terjadi di salah satu sisi kamp Rabaa, termasuk terdengar suara tembakkan dari senapan otomatis.

    “Sangat buruk kondisi di dalam, mereka menghancurkan tenda tenda kami. Kami tidak bisa bernafas di dalam dan banyak orang sekarang di rumah sakit,” ujar seorang demonstran MUrad Ahmed  yang sempat berada di kamp.

    Pasukan keamanan mengepung kamp pada pagi hari dan menembakkan gas air mata saat mereka mulai bergerak ke arah ribuan demonstran pro-Morsi yang  menolak ultimatum untuk membubarkan diri.

    Tabung gas air mata menghujani tenda yang didirikan pengunjuk rasa di salah satu kamp sehingga ​​membuat demonstran berlarian ke segala arah.

    Demonstran bermasker mengambil tiap kaleng dan melemparkan kembali ke dalam wadah air kecil, sementara mimbar dekat masjid di kamp menyiarkan lagu dan pengunjuk rasa meneriakkan “Allahu Akbar.”

    Kantor berita pemerintah mengatakan pasukan keamanan mulai melakukan rencana bertahap pembubaran dua kamp demonstrasi.

    “Ini awal dari operasi untuk membubarkan demonstran,” kata seorang pejabat keamanan kepada AFP, sekaligus mengkonfirmasi bahwa langkah-langkah serupa juga dilakukan di kamp persegi Nahda.

    Lebih dari 300 orang telah tewas dalam kekerasan politik sejak tentara menggulingkan Mr Morsi pada 3 Juli, termasuk puluhan pendukungnya dibunuh oleh pasukan keamanan dalam dua insiden terpisah sebelumnya.[]

    SUMBER : RADIO AUSTRALIA

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here