More

    6 Koleksi Utama Perpustakaan Nasional Australia dari Indonesia

    ABC AUSTRALIA NETWORK

    18 02 2014 ABC AUSTRALIA Koleksi Perpustakaan Australia

    Perpustakaan Nasional Australia atau National Library of Australia (NLA) yang berada di ibukota Canberra memiliki sejumlah koleksi utama yang berasal dari Indonesia.

    - Advertisement -
    Koleksi-koleksi ini dikumpulkan oleh kantor perwakilan NLA di Indonesia, yang bertempat di dalam kantor kedutaan Australia di Jalan Rasuna Said, Jakarta.

    “Koleksi-koleksi seperti poster dan film lama ini kami dapatkan dari sejumlah kolektor. Sementara koleksi lainnya memang kami kumpulkan setiap saat,” ujar Wishnu Hardi, Kepala Kantor Perwakilan Perpustakaan Nasional Australia.

    “Kami juga mengkoleksi berbagai hasil riset mengenai Indonesia baik yang subjek penelitiannya ada di Indonesia maupun di Australia,” tambahnya.

    Koleksi-koleksi dari Indonesia ini menjadi signifikan bagi Perpustakaan Nasional Australia karena selalu adanya minat untuk mempelajari dan meneliti Indonesia sebagai upaya untuk lebih mengenal negara tetangga terdekat Australia tersebut.

    ( Baca juga : Galeri Nasional Australia Pamerkan Foto Klasik Indonesia )

    Perpustakaan Nasional Australia juga kini sedang melalukan kerja sama pelatihan bersama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia soal digitalisasi koleksi.

    1. Film-film sejarah Indonesia

    Film-film sejarah Indonesia, seperti kisah perjuangan Cut Nyak Dien, RA Kartini, Pangeran Diponegoro, hingga cerita Max Haveelar, film yang diangkat dari novel yang ditulis Multatuli. Film Tjoet Nyak Dien, besutan Erros Djarot dengan pemeran utama Christine Hakim pernah terpilih sebagai Film Internasional Terbaik di ajang Film Festival Cannes pada tahun 1989.
    2. Poster-poster film Indonesia sejak tahun 1970-an
    Sejumlah poster-poster dari film Indonesia sedang dikumpulkan oleh kantor perwakilan perpustakaan di Jakarta. Melalui poster-poster ini nantinya bisa dipelajari tema-tema film yang diangkat. Mulai dari masalah sosial, gegap gempita ibu kota, hingga film-film panas era 90-an, sebelum akhirnya didominasi oleh tema horor dan komedi.
    3. Buku-buku budaya dan bahasa Indonesia
    Untuk lebih mengenal Indonesia, sejumlah warga Australia mempelajari budaya dan bahasa Indonesia. Ada pula sejumlah warga yang setidaknya belajar satu atau dua ungkapan bahasa Indonesia saat berkunjung langsung. Buku-buku berkaitan dengan ini menjadi cukup banyak dicari bagi mereka yang ingin mempelajari lebih lanjut soal bahasa dan budaya Indonesia.
    4. Koran-koran yang beredar di Indonesia
    Koran masih dianggap sebagai salah satu sumber informasi untuk penelitian. Di Australia, banyak peneliti-peneliti yang menyoroti permasalahan Indonesia. Koran-koran yang dikumpulkan bukan hanya koran yang beredar secara nasional, tapi juga koran-koran lokal. Bahkan koran-koran berbahasa asing, seperti dalam bahasa Inggris dan Cina.
    5. Koran dan majalah digital
    Tidak hanya koran-koran secara fisik yang dikumpulkan oleh tim Perpustakaan Nasional Australia di Jakarta. Koran-koran dalam bentuk digital pun dikumpulkan, terlebih semakin banyak media-media yang menyediakan layanan digital, termasuk dalam bentuk cakram. Ada pun keuntungannya dari koleksi digital ini adalah tidak perlu repot saat membacanya.
    6. Koleksi-koleksi lainnya
    Selain koleksi-koleksi di atas, terdapat pula beberapa jenis koleksi lainnya yang dikumpulkan oleh perwakilan Perpustakaan Nasional Australia di Jakarta. “Ada pula koleksi ephemera dari pemilu, sejumlah barang-barang untuk keperluan kampanye partai-partai,” jelas Wishnu Hardi, Kepala Kantor Perwakilan Perpustakaan Nasional Australia di jakarta.
    Wishnu juga menjelaskan ada sejumlah alamat situs-situs internet yang pernah muncul namun sudah tidak aktif yang berhasil diarsipkan.[]
    SUMBER : http://www.radioaustralia.net.au/

     

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here