More

    Sebuah Pelajaran dari Midway Island

    Willy – Fikom Universitas Tarumanegara

    Foto yang diambil Chris Jordan
    Foto yang diambil Chris Jordan

    Midway Atoll atau sering disebut juga Midway Island adalah sebuah pulau yang terletak 3800 Km dari Alaska. Pulau yang merupakan bagian dari Kepulauan Hawai ini menjadi rumah bagi hampir 70% dari total populasi keluarga albatross di seluruh dunia.

    Albatross merupakan spesis burung laut yang memakan spesies laut kecil seperti cumi-cumi, ikan, atau crusstacea (udang-udangan) yang berenang dekat permukaan laut.

    - Advertisement -

    Namun, sampah laut kini mengancam keberadaan spesies ini. Sampah laut yang terjebak di lautan seringkali termakan oleh burung ini. The U.S. Fish & Wildlife Service memperkirakan sekitar 50 kg sampah plastik tersapu ke laut setiap minggunya.

    Sementara itu, John Klavitter, seorang biologis satwa liar dan Deputy Refuge Manager di Midway Atoll National Wildlife Refuge mengungkapkan bahwa 20 ton sampah dari manusia berakhir di Midway setiap tahunnya. 5 ton plastik di antaranya menjadikan makanan albatross terutama bayi albatross. Albatross terkecoh dengan warna-warni plastik sehingga menganggap sampah sebagai spesies laut dan menjadikannya makanan baginya dan anak-anaknya.

    Meskipun albatross dewasa memiliki reflek untuk memuntahkan makanan tersebut, bayi-bayi albatross belum memiliki reflek tersebut hingga berumur 4 bulan. Akibatnya, diperkirakan 1 dari 3 bayi albatross mati karena memakan plastik.

    Chris Jordan, seorang fotografer yang mengabadikan kerusakan lingkungan di Midway Island memperkirakan hampir semua Laysan Albatross (salah satu jenis albatross) yang berjumlah 1,5 juta spesies mengandung plastik di dalam sistem pencernaan mereka. Foto-foto yang ditangkap oleh Jordan memperlihatkan sisa-sisa bangkai albatross dengan plastik dalam tubuh mereka.

    Berkaca dari Midway Island sudah selayaknya kita sadari bahwa sampah anorganik terutama plastik berpotensi menyebabkan kerusakan lingkungan yang parah dengan masuk ke rantai makanan. Plastik yang termakan berpotensi mencemari spesies bahkan mengancam keberadaan spesies tertentu.

    Di Indonesia sendiri sampah plastik menduduki peringkat kedua penghasil sampah domestik yaitu sebesar 5,4 juta ton per tahun. Selain megancam spesies, sampah plastik di Indonesia juga menjadi penyebab terjadinya berbagai bencana, seperti banjir di Jakarta. Sampah plastik yang mengotori sungai menyebabkan aliran sungai tersumbat. Sementara plastik yang tertimbun tanah menghambat penyerapan air hujan.

    Indonesia adalah negara yang belum membatasi penggunaan plastik termasuk kantung plastik. Padahal negara Eropa serta AS telah membatasi penggunaan kantung plastik. Hal inilah yang menyebabkan membengkaknya penggunaan plastik.

    Meskipun begitu kita masih bisa menyelamatkan lingkungan mulai dari hal-hal sederhana di sekitar kita. Salah satunya adalah menerapkan 3R yaitu Reduce, Reuse dan Recycle. Mengurangi penggunaan plastik mampu mengurangi sampah plastik secara signifikan. Bayangkan jika seorang saja dapat mengurangi pemakaian 3 sampah plastik sehari, dikalikan dengan jumlah penduduk Indonesia sebesar 250 juta jiwa, maka di Indonesia saja sudah berkurang 750 juta sampah plastik.

    Kepulauan Indonesia mirip dengan Kepulauan Hawai yang dikepung dengan perairan. Hal ini menjadikan lingkungan Indonesia sama rawannya tercemar sampah laut. Kesadaran inilah yang harus dibangun agar jangan sampai salah satu pulau di Indonesia menjadi Midway Atoll kedua. []

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    Referensi

    http://www.wired.com/2012/08/albatross-midway-chris-jordan/ diakses 12 April 2014

    http://en.wikipedia.org/wiki/Midway_Atoll#Pollution diakses 12 April 2014

    http://en.wikipedia.org/wiki/Albatross#Diet diakses 12 April 2014

    http://chrisjordan.com/gallery/midway/#CF000313%2018×24 diakses 12 April 2014

    http://www.antaranews.com/berita/417287/produksi-sampah-plastik-indonesia-54-juta-ton-per-tahun diakses 12 April 2014

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here