More
    Home LOMBA ESAI GO GREEN Komunitas Pecinta Alam: Yang Muda Yang Bekerja

    Komunitas Pecinta Alam: Yang Muda Yang Bekerja

    Surya Jatmika

    Kondisi bumi kita dari masa ke masa mengalami penurunan. Banjir bandang, tanah longsor, iklim yang tidak menentu adalah pertanda kehancuran bumi. Banyak hal yang telah dilakukan demi menyelamatkan bumi, seperti memberi hukuman yang tegas bagi pelaku perusakan bumi, penanaman pohon secara besar-besaran, dan kampanye peringatan bumi.

    Namun, yang menjadi keprihatinan kita, banyaknya program penyelamatan bumi masih dipegang peran oleh kaum dewasa. Kita sebagai kaum muda (remaja) belum bisa berbuat banyak. Padahal esok yang menikmati bumi adalah kita, sebagai yang diwarisi. Tetapi, kita malah acuh dengan isu lingkungan saat ini. Kalau sekarang saja acuh, apalagi esok?  Oleh karena itu, penulis memberikan solusi dengan jalan membentuk komunitas pecinta alam.

    - Advertisement -

    Komunitas merupakan budaya yang menjadi trend setter remaja saat ini. Remaja sangat senang membentuk komunitas seperti komunitas pesepeda, komunitas motor, komunitas sastra, dan masih banyak lagi. Sebenarnya, komunitas pecinta alam sudah banyak di sekitar kita, seperti di lingkungan sekolah atau universitas.

    Namun disayangkan, peran mereka belum dimaksimalkan untuk menyelamatkan bumi dari kehancuran. Ketika di bangku sekolah dan universitas penulis mengamati komunitas yang ada belum sepenuhnya menjadi komunitas pecinta alam, namun sebagai komunitas penikmat alam, dengan partisipan yang minim.

    Sebagai remaja yang cerdas dan peka terhadap isu lingkungan. Kita jadikan budaya geng sebagai jembatan emas untuk mengampanyekan program cinta alam kepada remaja . Melalui komunitas pecinta alam kita dapat menjadikan kegiatan-kegiatan bernuansa menyelamatkan lingkungan sebagai gaya hidup remaja saat ini. Selain itu, kita juga mengajak remaja-remaja lain untuk ikut berkontribusi dalam menyelamatkan bumi melalui komunitas pecinta alam.

    Berbicara mengenai komunitas pecinta alam hendaknya kita berkiblat kepada negara-negara maju di dunia. Komunitas pecinta alam di sana sangat disenangi oleh remaja-remaja karena kegiatannya. Berbeda dengan negara kita, komunitas pecinta alam bukan menjadi primadona remaja, malah komunitas ini seperti komunitas kurang kerjaan dalam pikiran sebagian mereka.Sebab ketidaktertarikan remaja dengan komunitas pecinta alam yang ada saat ini  karena kegiatannya yang bisa dibilang kuno yang monoton. Kegitan kuno itu seperti menanam pohon, merawat pohon, dan kampanye selamatkan bumi.

    Kita perlu membuat inovasi terhadap komunitas pecinta alam saat ini. Kita tahu bahwa remaja merupakan masa yang senang dengan hal-hal yang baru. Ini dapat kita jadikan sumber inovasi terhadap kegiatan-kegiatan yang ada dalam komunitas. Sebagai contoh, program menanam pohon kita kemas melalui pendakian gunung, kampanye lingkungan dengan bersepeda massal, atau kegiatan yang lain. Kegiatan seperti pendaikan gunung atau sepada massal merupakan hal yang menantang dan disenangi oleh anak-anak remaja.

    Dengan program-program yang baru dan menantang tentu akan menarik minat remaja untuk  bergabung dalam komunitas pecinta alam. Semakin banyak remaja yang bergabung, kita dapat dengan mudah  mengajak dan mengubah gaya hidup mereka untuk hidup mencintai alam. Sehingga,kontibusi remaja dalam menyelamatkan bumi besar dan nyata. Perlu kita ketahui pula bahwa dinegara maju komunitas memberi kontribusi nyata dalam membentuk karakter anggotanya.

    Oleh karena itu, komunitas pecinta alam dengan program-program baru dan menantang dapat meningkatkan minat remaja untuk bergabung di dalamnya. Sehingga peran remaja dalam upaya menyelamatkan bumi dari kerusakan menjadi besar dan nyata. Lalu, pemerintah dan pihak terkait sebaiknya memberikan perhatian lebih terhadap komunitas ini.[]

     

     

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here