More

    Mahasiswa UMY Dampingi Penderita Diebetes Melalui Rumpi Pendiam

    Ahmad Fauzan Sazli

    Mahasiswa UMY mendapingin Penderita Diabetes di Rumpi Pendiam. Foto. UNY
    Mahasiswa UMY melakukan pendapingan kepada penderita diabetes di Rumpi Pendiam. Foto. UNY

    YOGYAKARTA, KabarKampus – Diabetes Mellitus (DM) masih menjadi salah satu penyakit mematikan di dunia. Penyakit ini tak hanya banyak di temui di perkotaan, namun juga di pedesaan, seperti yang terjadi di Desa Tlogi Kasihan Bantul.

    Penderita DM di desa ini dari waktu ke waktu semakin meningkat, bahkan hampir mencapai 20 penderita. Karena itulah, lima mahasiswa Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Keperawatan (FKIK) UMY, yakni Zulfa Mahdiatur Rasyida, Sri Ayu Rahayu Paneo, Savira Dhania Mukti, Afi Budi Kurniawan, dan Lia Nur Latifah mencoba membantu para penderita tersebut. Mereka memberikan pendampingan melalui Rumpi Pendiam (Rumah Peduli Penderita Diabetes Mellitus).

    - Advertisement -

    Zulfa Mahdiatur Rasyida, ketua pelaksana kegiatan Rumpi Pendiam mengatakan, kegiatan ini  dijalankan karena pelayanan kesehatan dan upaya promotif serta preventif (pencegahan) yang diberikan oleh petugas kesehatan di daerah tersebut masih kurang.

    “Sehingga penderita DM terus menerus meningkat. Selain itu, pengetahuan tentang DM sendiri juga masih minim, dan penderitanya masih jarang yang mau meminum obat,” ungkap Zulfa, seperti dilansir dari laman UMY, Kamis, (05/06/2014).

    Menurut Zulfa, pengetahuan tentang DM serta pencegahan dan cara pengobatannya itu sangat dibutuhkan bagi mereka. Sebab dari DM itu bisa memunculkan penyakit-penyakit lain, dan menjadikan penderitanya menderita komplikasi.

    “Masyarakat Desa Tlogo sangat membutuhkan suatu tempat untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang apa yang telah mereka lakukan, dalam upaya pencegahan komplikasi penyakit yang disebabkan oleh DM itu. Karena itulah kami membuat Rumpi Pendiam ini,” ujarnya.

    Zulfa melanjutkan, Dari Rumpi Pendiam itu, para penderita diabetes mellitus bisa berkumpul dan saling membantu serta memotivasi untuk mempertahankan pola hidup sehat. Tidak hanya itu saja, melalui kegiatan Rumah Peduli Penderita Diabetes Mellitus tersebut diharapkan mampu membentuk perilaku para penderitanya ke arah yang adaptif.

    “Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di Rumpi Pendiam seperti pemeriksaan rutin setiap minggunya, yakni pengukuran kadar gula darah sewaktu, tekanan darah, dan berat badan. Selain itu juga, memberikan pengarahan pada para penderita DM bagaimana melakukan pencegahan dari penyakit komplikasi. Salah satunya dengan berdiskusi bersama pakar yang ahli di bidang DM, dan kami juga memberikan pelatihan senam kaki diabetik pada para peserta,” paparnya.

    Sri Ayu menambahkan, bahwa selama proses swabantu tersebut timnya juga memberikan selingan dengan kegiatan mengenal kaki sendiri. Pada kegiatan tersebut fasilitator memberikan kesempatan bagi semua penderita DM untuk melakukan assesment sendiri terkait kaki mereka, apakah beresiko mengalami komplikasi atau tidak.

    “Kegiatan swabantu ini mendatangkan antusias yang besar dari para peserta, apalagi kegiatan mengenal kaki sendiri. Karena ini menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi mereka. Kegiatan sharing informasi juga menjadi kegiatan yang paling seru, sebab para peserta mendapatkan informasi yang lebih bermanfaat dari para pakar tentang perawatan kaki, dan pencegahan komplikasi,” imbuhnya.[]

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here