More

    Dianggap Mesum, Warga Minta Iklan Rokok Mild Dicabut

    Iklan rokok yang dianggap memiliki pesan mesum. Foto ; Fauzan
    Iklan rokok yang dianggap memiliki pesan mesum. Foto ; Fauzan

    JAKARTA, KabarKampus – Kehadiran iklan rokok Mild di sejumlah reklame di titik di pinggir jalan dianggap telah mengganggu warga. Mereka menganggap, Iklan itu mengandung ajakan mesum.

    Iklan yang dibuat oleh Sampoerna A Mild ini merupakan foto sepasang pemuda pemudi dengan adegan yang nyaris berciuman. Pada iklan tersebut juga tertulis pesan “Mula – mula Malu Malu, Lama – lama Mau”.

    Seorang warga bernama Irfan Noviandana, menggalang kekuatan untuk menghentikan iklan tersebut. Ia membuat petisi di laman change.org yang meminta agar Komisi Penyiaran Indonesia menghentikan reklame mesum pada iklan rokok mild tersebut.

    - Advertisement -

    Menurut Irfan, belum selesai dengan bahaya kesehatan yang mengancam kita semua, iklan – iklan rokok ini bak preman yang meresahkan. Tanpa peduli iklan mereka begitu merugikan dan merusak bangsa ini.  Mereka kian berani menantang masyarakat Indonesia yang sejatinya moralitas menjadi pijakan negeri ini.

    “Dengan memasang foto sepasang pemuda pemudi dengan adegan yang nyaris berciuman dengan pesan “Mula – mula Malu Malu, Lama – lama Mau” ini sangat jelas memberikan pesan negatif pada masyarakat, meracuni moral bangsa kita khususnya para pemuda pemudi,” terang Irfan dalam petisinya.

    Ia menuturkan, iklan yang memiliki pesan mesum ini sudah menyebar dan terpasang pada reklame – reklame dibeberapa daerah di Indonesia. Bisa dibayangkan bahaya yang mengancam pada bangsa ini khususnya kaum pemuda pemudi.

    “Untuk itu bantu kami memberikan peringatan keras kepada Perusahaan Rokok dan Agensi Periklanan yang telah mengkampanyekan iklan Rokok dengan gambar dan pesan bernada mesum ini,” tegasnya.

    Dalam kesempatan itu, Irfan meminta kepada Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia Bapak Rudiantara, Komisi Penyiaran Indonesia dan juga PT. HM Sampoerna Tbk selaku produsen Rokok tersebut untuk segera menurunkan iklan rokok pada reklame tersebut.

    Petisi ini dibuat pada hari Senin, (05/01/2015). Hingga sore ini, Selasa, (06/01/2015) pendukung petisi ini mencapai lebih dari 6 ribu orang.[]

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here