More

    ‘Take Three’, Kegiatan Baru Ajarkan Pelajar Australia Menjaga Kebersihan Pantai

    ABC AUSTRALIA NETWORK
    Brendan Trembath

    Para pelajar dari sekolah Tuggerah Lakes Secondary College kumpulkan 20 kg sampah di pantai. Foto: ABC, Brendan Trembath.
    Para pelajar dari sekolah Tuggerah Lakes Secondary College kumpulkan 20 kg sampah di pantai. Foto: ABC, Brendan Trembath.

    Lebih dari 100 ribu pelajar di negara bagian New South Wales, Australia telah dibekali ilmu ‘Take Three’. Program ini mengajak mereka untuk mengambil tiga buah sampah yang ada di kawasan pantai, sebagai upaya menjaga lingkungan pantai dan laut.

    Program ini mulai dikembangkan pada tahun 2009 oleh mereka yang peduli akan lingkungan laut. Mereka mengambil sampah-sampah plastik di pantai favorit.

    - Advertisement -

    Memungut sampah yang dibuang oleh orang lain mungkin awalnya sulit untuk dijelaskan kepada para murid. Tetapi dibuat semenarik mungkin dengan mengadakan jalan-jalan ke pantai.

    Jemma Towers, salah satu siswi kelas delapan sangat antusias untuk berpartisipasi membersihkan pantai di kawasan Central Coast, negara bagian New South Wales.

    Membersihkan pantai dilakukan dengan “mengambil tiga sampah untuk menjaga lingkungan dan melakukan perubahan di pantai, taman dan kawasan lokal lainnya”.

    Sebelum kegiatan membersihkan lingkungan dilakukan, salah satu pendiri program Take Three, Roberta Dixon-Volk, menjelaskan kepada para siswa mengapa kawasan tersebut memiliki peranan penting.

    “Sekarang kita berada di bagian awal atau corong, dimana semua air dari Danau Tuggerah mengalir menuju Samudera Pasifik,” ujar Dixon-Volk.

    Jika tidak dipungut, sampah yang hendak mereka kumpulkan hanyut dan berakhir di Samudera Pasifik.

    Dalam satu hari, sekitar 160 siswa dari dua sekolah Tuggerah Lakes Secondary College berhasil mengumpulkan 20 kilogram sampah, termasuk 3.700 puntung rokok dan ratusan barang-barang plastik, seperti botol dan kemasan makanan. Ada juga 23 baterai dan sebuah rakit dengan dayungnya.

    Mereka juga menemukan benda-benda aneh lainnya, seperti uang kertas $20 (sekitar Rp 200.000).

    “Saya juga pernah menemukan fosil gigi hiu gigi di kawasan Womberal sekitar dua bulan lalu,” katanya.

    Brett Marchant, seorang guru di Sekolah Menengah Berkley Vale berharap kegiatan ini diikuti oleh banyak sekolah, tapi juga oleh warga secara umum.

    “Kami mengajak komunitas kami, mencoba menyebarkan pesan [program] Take Three ini,” kata Marchant.

    Sejumlah council (atau setara dengan pemerintah kecamatan di Indonesia) yang berada di kawasan pantai ikut mendukung program tesebut.

    Nick Carson, petugas pendidikan lingkungan di Wyong Shire Council, mengaku “benar-benar” kecewa dengan keberadaan sampah di pantai selama musim liburan Natal dan Tahun Baru.

    Menurutnya pantai adalah tempat yang indah untuk bersantai atau berpiknik, tapi berharap para pengunjung membuang sampah mereka sendiri.

    Mandy Marechal, salah satu anggota dari Take Three berharap dapat melakukan perubahan lewat program tersebut.

    “Pernah ada siswa datang ke saya yang berkata, ‘Anda telah mulai sesuatu’,” kata Marechal.

    Banyak diantara siswa yang kini mengaku kini setiap ke pantai tidak pernah lupa mengambil beberapa sampah. []

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here