More

    Eldisa, Lulusan Termuda ITB Dengan Segudang Prestasi

    Eldisa Ayu Lestari, Sarjana Termuda ITB  2016.
    Eldisa Ayu Lestari, Sarjana Termuda ITB dalam pada wisuda ITB Juli 2016. Foto. FB. Eldisa Ayu Lestari

    Dari lebih dari seribu mahasiswa Insitut Teknologi Bandung (ITB) yang diwisuda pada hari Sabtu, (30/07/2016), ada satu nama yang menyandang gelar wisudawati termuda di ITB. Dia adalah Eulogia Eldisa Ayu, sarjana Teknik Perminyakan ITB.

    Gadis yang akrab disapa Eldisa ini lulus dengan usia 19 tahun. Ia juga lulus dengan predikat cumlaude.

    Eldisa lahir di Bekasi, 11 Maret 1997. Ia memulai pendidikannya di SDN Kayuringin Jaya XXIII (Bekasi Selatan), kemudian melanjutkan ke SMP Labschool Jakarta, lalu SMA Negeri 8 Jakarta.

    - Advertisement -

    Eldisa mengaku, sewaktu SD, ia memulai sekolah dalam waktu relatif lebih muda yaitu 5 tahun, lantaran iri melihat kakak-kakak saya pergi sekolah. Kemudian, ketika SMP dan SMA, ia mengambil kelas akselerasi.

    “Alasan saya mengambil kelas akselerasi sebenarnya cukup simpel, dikarenakan dahulu rumah saya terletak di Bekasi dan sekolah di Jakarta, saya ambil kelas akselerasi karena saya malas apabila harus bangun pagi dan bermacet-macet ria selama 6 tahun berturut-turut,” katanya sambil tertawa.

    Sebelum kuliah di pertambangan ITB, Eldisa, sebenarnya sedari kecil ingin menjadi dokter. Namun pada sewaktu SMA, ia bertemu dengan salah satu alumni Teknik Perminyakan dan dia banyak berbagi cerita mengenai pengalaman kerja di salah satu O&G service company. Di sana ia mulai memahami prospek apabila bekerja di industri migas.

    “Entah kenapa pada saat itu setelah mendengar cerita-cerita tersebut, saya merasa memilih jurusan Teknik Perminyakan selepas SMA terasa lebih baik untuk saya dibanding menjadi dokter,” katanya.

    Alhasil, kata Eldisa, sewaktu SNMPTN Undangan, ia memasukkan FTTM ITB sebagai pilihan pertamanya. Sebelumnya ia tidak mengetahui, ada Teknik Pertambangan, Teknik Geofisika, dan Teknik Metalurgi.

    Menurut Eldisa, kuliah di ITB sangat menarik. Banyak sekali sarana untuk mengembangkan diri. Selain melalui berbagai organisasi kemahasiswaan, banyak juga kesempatan datang untuk internship ataupun penelitian.

    “Dahulu selama mahasiswa, diluar perkuliahan biasa, saya cukup aktif di organisasi Society of Petroleum Engineer (SPE) ITB Student Chapter. Saya juga sempat berpartisipasi sebagai Vacation Trainee di Schlumberger, serta berhasil mengikuti University Partnership  Program (UPP) Internship Chevron. Selain itu, saya juga menjadi Best  Delegate – Top 10 Graduates pada Young Leaders from Indonesia Regional 2015-2016 yang lalu,” kata Eldisa menjelaskan.

    Eldisa mengaku, sehabis menamatkan pendidikan di ITB, ia akan lanjut bekerja dengan Schlumberger sebagai Field Engineer. Menurutnya, yang ia sukai bekerja pada bidang tersebut, adalah bisa pergi dan jalan-jalan keluar negeri gratis dan ketemu banyak orang baru dari berbagai negara.

    “Kebetulan saya bukan tipe orang yang bisa kerja di situasi monoton dan rutin 9 to 5,” jelasnya.

    Kepada mahasiswa yang masih menempuh kuliah di ITB, Eldisa berpesan, agar selalu senang dan melakukan yang terbaik. Karena menurutnya, masa-masa perkuliahan adalah masa paling menyenangkan dan paling mengesankan.

    “Di masa ini lah kita bisa akhirnya menentukan jati diri kita dan memilih mau jadi orang seperti apakah kita pada akhirnya di masa mendatang di hidup kita. Ambil kesempatan untuk mengembangkan diri anda, especially ibarat badan kita ini adalah hardware dan pikiran kita adalah softwarenya, just continuously update your software dengan pengetahuan dan pengalaman-pengalaman baru,” tutup Eldisa.[]

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here