More

    Ilmuwan Ciptakan Tato Pintar yang Berfungsi Layaknya Perangkat Elektronik

    AUSTRALIA PLUS INDONESIA

    Tato sementara yang bisa mengontrol perangkat elektronik Anda hanya dengan satu sentuhan dan bisa berubah warna sesuai dengan suasana hati Anda akan segera menjadi aksesoris fesyen utama jika tim peneliti sukses menerbitkannya.

    Tato api ‘DuoSkin’ yang bisa menyala untuk merefleksikan suasana hati seseorang. FOTO : AUSTRALIA PLUS
    Tato api ‘DuoSkin’ yang bisa menyala untuk merefleksikan suasana hati seseorang. FOTO : AUSTRALIA PLUS

    Sebuah tim dari Lab Media MIT dan ‘Microsoft Research’ telah menciptakan ‘DuoSkin’, dalam upaya untuk menjembatani karya seni yang bisa dipakai dan teknologi.

    - Advertisement -

    Tato, yang membuat pengguna bisa merancang sendiri sesuai gaya mereka, ini sebagian besar terbuat dari lembaran emas, yang bertindak sebagi sirkuit tempel di kulit dan memungkinkan mereka untuk melakukan sejumlah fungsi.

    “Untuk DuoSkin, kami mendaur ulang lembaran emas sebagai bahan fabrikasi utama kami karena ia konduktif, aman di kulit, mudah untuk ditempel dan dilepas dari kulit, dan bersih,” tulis tim penelitian dalam artikel yang dipublikasikan secara online.

    “Lembaran emas juga kuat menahan guncangan dan deformasi kulit selama gerakan terjadi,” sambung artikel tersebut.

    “Pada akhirnya, lembaran emas bisa diolah dan cantik penampilannya, menyerupai tampilan perhiasan, menjadikannya pilihan utama kami,” imbuh tulisan itu.

    Tim penelitian mengatakan, salah satu jenis tato bertindak seperti bidang sentuh komputer, mengendalikan dengan bantuan perangkat sekunder, perangkat yang terhubung bluetooth seperti ponsel pintar.

    Tato lainnya menggunakan “pigmen termokromik” yang berubah warna sesuai dengan suhu tubuh. Melalui metode yang sama, desain yang lain bisa menyala hanya dengan sentuhan.

    “Sebagai contoh, kami membuat ‘Couple Harmony’, sebuah aplikasi bagi pasangan untuk memvisualisasikan suasana hati terkini dari masing-masing pihak,” sebut artikel itu.

    “Satu orang memakai tato api termokromik … yang berwarna putih ketika orang lain menunjukkan bahwa mereka sedang marah dengan menekan ‘tombol suasana hati’ di lengan mereka,” jelas tim penelitian ‘DuoSkin’.

    Seseorang menggunakan tato ‘DuoSkin’ sebagai penghubung perangkat elektronik. FOTO : AUSTRALIA PLUS
    Seseorang menggunakan tato ‘DuoSkin’ sebagai penghubung perangkat elektronik. FOTO : AUSTRALIA PLUS

    Teknologi ini sudah dipakai industri medis
    Artikel itu mengatakan, tato tersebut adalah tahap berikutnya dari teknologi yang bisa dipakai dari jenis ini, yang sampai saat ini telah banyak digunakan di sektor kesehatan.

    “Pengolahan elektronik epidermal begitu mahal dan membutuhkan bahan serta proses fabrikasi yang terbatas pada domain medis dan ilmu material,” sebut artikel itu.

    “Tentu saja, sejumlah aplikasi memonitor sinyal penting, kadar glukosa, dan kondisi kulit secara umum, tapi sejauh ini belum melampaui kesehatan, aktivitas, dan kesejahteraan.”

    Tim penelitian menambahkan bahwa tak seperti emas murni, lembaran emas ini murah, dibandrol 50 sen (atau setara Rp 6500) per 15x15cm2.

    Artikel itu mengatakan, perhiasan logam sudah menjadi kebutuhan sandang pokok dan seni kulit metalik yang cerdas cenderung untuk disukai oleh publik.

    “Cara kerja ‘DuoSkin’ menggabungkan praktik seni kulit tradisional dengan apa yang ditemukan dalam fabrikasi digital untuk membuat proses dekorasi tubuh hibrida, memungkinkan para pengguna untuk membuat sketsa, mengarang, dan memasang fungsi perangkat sendiri sesuai dengan tujuan mereka, ke tubuh mereka sendiri,” jelas artikel tersebut.

    “Dengan pengembangan material dan otomatisasi, kami perkirakan perangkat tersebut dan penampakannya bisa mencapai penggunaan yang lebih luas.”

    “Akhirnya, kami percaya bahwa kulit berfungsi sebagai jembatan antara realita fisik dan digital, memungkinkan pengguna untuk memanfaatkan prinsip estetika pribadi yang sering hilang dalam teknologi masa kini yang bisa dikenakan,” utara laporan penelitian.

    Artikel tersebut lantas mengurai, “Adalah visi kami bahwa masa depan perangkat elektronik yang menempel di kulit tak akan lagi berkotak hitam dan membingungkan, tetapi mereka akan bertransformasi menjadi ramah pengguna, berfungsi lusa, dan menjadi dekorasi tubuh yang estetis, membuat ‘DuoSkin’ terintegrasi ke arah yang sebelumnya tampak menghilang.” []

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here