More

    Nasib Pertunjukan Sulap di Era Digital

    AUSTRALIA PLUS INDONESIA
    PATRICK WOOD

    Dynamo - alias Steven Frayne. FOTO : IG-dynamomagician
    Dynamo – alias Steven Frayne. FOTO : IG-dynamomagician

    Pesulap Inggris, Dynamo, mengatakan, dalam dunia yang tampaknya penuh dengan hal negatif, pertunjukan sulap memungkinkan manusia untuk melarikan diri dan kembali merasakan sensasi takjub layaknya anak-anak.

    Dynamo – alias Steven Frayne -dikenal karena serial televisi yang ditayangkan di Inggris, yakni ‘Magician Impossible’, dan karena sering mengadakan pertunjukan dadakan di jalanan.

    - Advertisement -

    “Jelas ada banyak hal negatif yang terjadi di seluruh dunia. Jadi saya pikir, manusia perlu memiliki sesuatu untuk dipercaya atau untuk bisa rehat sesaat.”

    “Seiring dengan bertambahnya usia, kita menjadi lebih skeptis dan tak percaya pada banyak hal, sementara ketika kita masih kanak-kanak, kita percaya pada segala sesuatu, kita percaya dongeng dan kita percaya pada sulap,” tutur Dynamo.

    “Saya berpikir bahwa sulap adalah salah satu bentuk seni yang membuat orang dibawa kembali ke pikiran anak kecil.”

    Dynamo mengatakan, sulap menawarkan cara untuk terhubung dengan banyak orang dan mengumpulkan mereka bersama-sama.

    “Saya pikir itu sungguh cara berbagi sesuatu yang paling menakjubkan di mana kita semua bisa melihatnya secara serempak tetapi tak benar-benar memiliki petunjuk bagaimana hal itu mungkin terjadi.”

    “Kita hanya berpandangan satu sama lain, tak percaya, dan kita kembali menjadi anak-anak lagi, tiba-tiba woah… melamun,” ujar Dynamo.

    “Untuk beberapa saat, ketika saya melakukan pertunjukan sulap di hadapan orang-orang, Anda bisa melihat di mata mereka di mana semuanya benar-benar berubah.”

    Sulap harus berubah seiring dengan waktu
    Dynamo mengatakan, lanskap media yang berubah memaksa sulap berkembang dari masa kejayaan Houdini, tetapi itu membuat transisi menjadi lebih lambat dari bentuk seni lainnya.

    “Ingat, ketika Houdini tampil, belum ada ponsel, belum ada media sosial. Sedangkan sekarang, semua orang bisa menjadi seorang jurnalis, semua orang punya ponsel berkamera,” ujar Dynamo.

    “Anda tak bisa melakukan apa-apa tanpa seseorang memotretnya di ponsel sekarang ini,” utara Steven Frayne alias Dynamo.
    Houdini terkenal karena aksi menghilangnya yang memukau di depan para penonton yang memenuhi teater besar.

    Di zaman modern ini, panggung sering diganti dengan acara luar ruang yang berlangsung spontan atau pertunjukan jalanan yang difilmkan dan kemudian menarik banyak penonton di dunia maya.

    Salah satu ilusi Dynamo yang paling terkenal ialah tampil berjalan di atas Sungai Thames, London, dan video YouTube-nya telah dilihat lebih dari 700.000 kali.

    Ia mengatakan, sementara industri musik telah berhasil mengikuti zaman, sulap berjuang untuk mengikutinya. “Saya pikir, musik –secara alami -telah memulai transisi sejak dini.”

    “Dengan musik, Anda bertransformasi dari vinyl ke kaset lalu ke CD hingga MP3, sehingga itu harus berubah. Saya pikir dengan sulap, butuh waktu sedikit lebih lama untuk mengejar ketertinggalan,” utaranya. []

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here