More
    HomeRUPASOSOKPermata Belgia yang Terdampar di Real Sociedad

    Permata Belgia yang Terdampar di Real Sociedad

    Penulis : Elyasa Fadl Abdillah*

    Adnan Januzaj. Foto : ESPN FC

    Sir Alex Ferguson menyatakan pensiun dari kursi Manajer Manchester United (MU) pada akhir musim Liga Primer Inggris 2012/2013. Kemudian kedatangan David Moyes sebagai penggantinya mendatangkan berkah tersendiri bagi Adnan Januzaj.

    Moyes mendaftarkannya ke dalam skuat utama MU setelah penampilan impresifnya selama tur pra-musim 2013/2014. Masuknya Januzaj ke dalam skuat utama merupakan batu loncatan bagi pesepakbola yang baru saja berumur 18 tahun kala itu.

    - Advertisement -

    Pada tanggal 11 Agustus 2013, Januzaj menjalani debut kompetitifnya saat melawan Wigan Athletic pada pertandingan  FA Community Shield. Januzaj masuk menggantikan Robin Van Persie pada menit 84’.

    Ketika melawan Sunderland di pertandingan Liga Primer Inggris 2013/2014, untuk pertama kalinya ia bermain sejak peluit babak pertama dibunyikan. Januzaj mencetak dua gol yang membuat MU berhasil meraih tiga angka di Stadion of Light yang merupakan kandang Sunderland.

    Torehannya itu menjadikannya pemain termuda kelima MU yang berhasil mencetak gol di Liga Primer Inggris dalam umur 18 tahun 242 hari. Bagaikan permata yang berkilau, Januzaj pun dilirik oleh beberapa klub papan atas Liga Primer Inggris, salah satunya Manchester City.

    Menyadari Januzaj merupakan harta karun, MU langsung membuat kesepakan kontrak selama tiga tahun dengannya. Pada tahun 2014 juga mendapat panggilan untuk membela Tim Nasional Belgia.

    Sejatinya, Januzaj bisa memilih salah satu di antara lima negara yaitu, Belgia yang merupakan tanah kelahirannya, Albania yang mana Januzaj mewarisi etnik Albania dari orang tuanya, Turki karena darah dari kakek dan neneknya, Kosovo karena masa kecilnya dihabiskan di Kosovo. Bahkan Januzaj ingin dinaturalisasi oleh Inggirs yang pada akhirnya ia lebih memilih menjadi warga Negara Belgia

    Setelah berhasil mencetak empat gol dan tiga asis dari 36 pertandingan musim 2013/2014, sinarnya meredup pada musim selanjutnya. Januzaj tidak bisa berbuat banyak pada musim 2014/2015 karena tidak menghasilkan gol maupun asis. Musim itu adalah penampilan yang buruk bagi seseorang yang digadang-gadang winger kanan masa depan MU tersebut.

    Selain itu, Januzaj kalah bersaing dengan Angel Di Maria selama kurun waktu tersebut. Akhirnya pada 31 Agustus 2015, Januzaj dipinjamkan ke Borussia Dortmund. Di kesebelasan itu ia hanya bisa memberikan satu asis dari 12 pertandingan sebelum dipulangkan ke MU pada 8 Januari 2016.

    Berharap menjadi pelapis ideal bagi Memphis Depay, Januzaj kembali bermain tidak konsisten dengan mencetak satu gol dari lima laga yang membuat pelatih MU saat itu, Louis Van Gaal, lebih memilih Juan Mata, Ashley Young, atau Antonio Valencia sebagai winger. Kedatangan Henrikh Mkhitaryan dan semakin matangnya Jesse Lingard membuat MU yang mulai dilatih Jose Mourinho membuat Januzaj tidak masuk ke dalam skuat musim 2016/2017.

    Dampaknya, pemain 22 tahun itu harus dipinjamkan ke Sunderland. Ketika bermain bersama Sunderland, Januzaj berhasil mencetak satu gol dan tiga asis. Tapi sayang penampilan Januzaj harus dinodai dengan dua kartu kuning ketika melawan Tottenham pada 18 September 2016. Pada awal musim ini, Januzaj resmi ditransfer ke Real Sociedad secara permanen dengan biaya 9,8 juta paun atau sebesar 197 miliar rupiah dengan klausul pembelian kembali.

    Keinginan Januzaj mendapat jam terbang lebih banyak dan lepas dari bayang-bayang nama besar MU membuat Januzaj rela pindah ke klub yang kelasnya lebih rendah di Eropa. Pada intinya, keinginan Januzaj hanya untuk membuktikan bahwa ia bisa lepas dari bayang-bayang MU. Dengan kepergiannya itu, mungkinkah Januzaj akan menjadi Paul Pogba kedua? Dari sanalah mungkin para pengamat sepak bola akan memperhatikan sepak terjang Januzaj si permata dari Belgia.[]

    *Penulis adalah peserta kelas menulis sepakbola KabarKampus (@kabarkampuscom) yang dimentori oleh Randy Aprialdi S (@Randynteng) dari Pandit Football Indonesia (@panditfootball).

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here