More

    Korea Selatan Membuat Bom Blackout untuk Melawan Pyongyang

    MSN

    Angkatan Udara Korea Selatan. FOTO : getty images

    Santernya isu senjata nuklir Korea Utara, membuat militer Korea Selatan mengembangkan senjata baru. Badan Pertahanan dan Perkembangan Seoul (ADD) telah mengakuisisi teknologi baru untuk menciptakan granat, senjata yang tidak mematikan namun mampu melemahkan kekuatan Korea Utara.

    Ya hal ini sebagai antisipasi, seandainya perang meletus menurut salah satu sumber militer kepada kantor berita Korea Selatan Yonhap, Minggu 8 Oktober 2017.

    - Advertisement -

    “Semua teknologi untuk pengembangan bom granat yang dipimpin oleh ADD ini telah diamankan,” tambah pejabat militer tersebut. Korea Selatan mengatakan telah sampai, “di tahap dimana mereka bisa merancang bom itu kapan saja.”

    Diberi nama sebagai Bom Blackout, hulu ledak dari bom ini bisa dijatukan dari pesawat. Bom ini akan dilemparkan di atas pembangkit listrik. Seperti misil, bom ini dapat terpisah menjadi beberapa senjata-senjata kecil,” yang kemudian menyebabkan pasokan arus pendek.

    Bom ini pertama kali digunakan oleh angkatan Laut A.S pada tahun 1991 untuk menghentikan pasokan listrik di Irak selama Perang Teluk yang pertama.

    Setelah beberapa kali digunakan dalam perang, salah satu juru bicara NATO Jamie Shea mengatakan, dampak bom itu sebagian besar bersifat psikologis, karena negr yang ditargetkan secara harafiah merasa tidak berdaya.

    “Kita dapat mematikan listrik mereka kapanpun kita mau dan kita butuhkan,” Jelas Jamie pada BBC ketika itu.

    Korea Selatan menambahkan senjata ini dalam pembendaharannya sebagai salah satu program militer yang sedang dikembangkan. “Mematikan Penghubung” ditujukan untuk mendekteksi serangan rudal yang akan datang dari Korea Utara, sebagai reaksi antisipasi.

    Program yang dijadwalkan selesai pada tahun 2020 ini, dipercepat mengingat semakin meningkatnya program pengembangan senjata nuklir Korea Utara. Para kelompok pemantau ancaman nuklir ini mencatat Pyongyang telah melakukan 19 kali uji rudal di tahun ini. Hal ini termasuk 2 rudal balistik antar benua yang mampu mencapai daratan AS.

    Korea Utara dalam percobaan uji nuklir keenamnya juga telah menguji bom hidrogen. Percobaan keenam itu tercatat sebagai yang terhebat.

    “Kami belum mendeteksi adanya tanda-tanda provokasi dari Korea Utara,” jelas salah satu sumber militer Korea Utara di hari Senin 9 Oktober 2017 kemarin. Perkataan yang dikutip oleh Yonhap ini juga menambahkan, “Kami mempertahankan dan terus meningkatkan usaha pencegahan atas perkembangan tersebut.”[]

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here