More

    ITB Pasang Alat Penyaring Air Minum di Lokasi Gempa Sulbar

    IGW Home Ultrafilter merupakan teknologi filtrasi air minum berbasis membran. Dok. ITB

    BANDUNG, KabarKampus – Tim Institut Teknologi Bandung melakukan pemasangan ultrafiltrasi, alat penyaring air minum daerah terdampak bencana di Sulawesi Barat. Alat yang terdiri dari empat unit ini diletakkan di beberapa titik penampungan penyintas bekerjasama dengan BNPB setempat.

    Ultrafiltrasi untuk penyediaan air minum merupakan karya Prof. I Gede Wenten (WRRI ITB). Alat ini langsung ia sumbangkan untuk Gempa Sulbar.

    IGW Home Ultrafilter merupakan teknologi filtrasi air minum berbasis membran yang menggabungkan empat tahapan proses secara terintegrasi dalam satu alat. Membaran ini dapat memisahkan zat besi, koloid, mikroba, dan partikulat secara efektif dengan tetap menjaga kandungan mineral di dalamnya.

    - Advertisement -

    Alat ini juga dilengkapi karbon aktif pada tahap penyaringan untuk menghilangkan bau, zat organik, dan sisa klorin bebas. Sebelumnya alat yang sama juga digunakan untuk membantu korban gempa di Lombok dan Palu.

    ITB sendiri telah memberangkatkan tim yang diwakili Dr. Muhammad Ihsan (dari FSRD ITB) pada Kamis, (21/01/2021). Keberangkatan tersebut dalam rangka memberikan bantuan tanggap darurat pascagempa.

    Tim ITB berkoordinasi dengan beberapa tim lain yakni, Tim Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA Unair) yg dipimpin dr. Agus Harianto, Sp.B. dan juga Tim Unhas, serta Indonesia Creative Cities Network (ICCN), dan sukarelawan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) untuk membantu tanggap darurat gempa di Majene.

    Bangun Sehlter Tunnel

    Selain membangun filter air, ITB juga melakukan pembangunan 2 shelter tunnel 8×7 m2, rangka kayu yang sudah diterapkan sebgai huntara di berbagai lokasi bencana seperti Palu dan Lombok. Pembangunan shelater karya Dr. Ing. Andry Widyowijatnoko (SAPPK) ini mengangdeng tim sukarelawan alumni Arsitektur Universitas Tadulako (Untad).

    Kemudian tim ITB juga membagikan sebanyak 2000 unit masker dan sejumlah selimut hasil kerja sama dengan Satgas Pulih, Indonesia Creative Cities Network (ICCN).

    “Selama seminggu ke depan, Tim ITB juga akan melakukan assessment kelayakan di lokasi untuk menghadirkan tim kedua sebagai Tim Trauma Healing ITB berkolaborasi dengan Tim Psikolog Unair,” ujar Denny Willy, Sekretaris Bidang Pengabdian Masyarakat LPPM-ITB.

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here