More
    Home UTAMA PERISTIWA Mahasiswa UGM Terima Pengurangan UKT

    Mahasiswa UGM Terima Pengurangan UKT

    Ilustrasi UGM. Dok. UGM

    YOGYAKARTA, KabarKampus – Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan pengurangan Uang Kuliah Tunggal (UKT) kepada mahasiswa. Ada sebanyak 8.304 mahasiswa pengurangan UKT dan sebanyak 1.929 mahasiswa yang menerima pengembalian UKT.

    Kedua kebijakan tersebut merupakan upaya UGM dalam membantu mahasiswa yang terdampak pandemi Covid-19. Total ada 10.233 mahasiswa yang mendapat pengurangan dan pengembalian UKT tersebut.

    UKT merupakan besaran biaya yang harus dibayar setiap mahasiswa. UKT Program S1 dan Sarjana Terapan UGM terbagi ke dalam 8 kelompok sesuai kemampuan ekonomi yang salah satunya ditentukan dari penghasilan orang tua.

    Besaran UKT kelompok 1 dan 2 seluruh perguruan tinggi negeri ditentukan sebesar Rp500 ribu dan Rp1 juta. Sementara besaran UKT kelompok 3 dan seterusnya ditentukan oleh masing-masing perguruan tinggi, dengan ketentuan besaran UKT kelompok tertinggi tidak melebihi nominal Biaya Kuliah Tunggal (BKT) atau keseluruhan dari biaya operasional tiap mahasiswa per semester pada suatu program studi.

    Bantuan keringanan UKT diberikan bagi mahasiswa UGM program S1 reguler, IUP, Sarjana Terapan, dan Pascasarjana yang kesulitan membayar UKT karena dampak dari pandemi Covid-19. Bentuk keringanan UKT bisa dalam bentuk penurunan kelompok UKT atau pengurangan sebesar persentase tertentu.

    Proses pengajuan keringanan UKT dilakukan secara daring melalui Simaster dengan menyertakan dokumen-dokumen terkait. Proses verifikasi kemudian akan dilakukan oleh masing-masing fakultas.

    “Di Simaster sudah ada panduan yang jelas, dan seluruh proses mulai dari permohonan, verifikasi, sampai keputusan final bisa dipantau melalui sistem tadi,” imbuh kata Syaiful Ali, MIS., Ph.D.,Ak., CA., Direktur Keuangan UGM, seperti yang dirilis UGM, Rabu (13/01/2021).

    Selain itu, menurut Syaiful, mahasiswa tingkat akhir yang mengambil mata kuliah senilai maksimal 6 SKS bisa mendapat keringanan UKT sebesar 50 persen. UGM juga telah memiliki kerja sama dengan salah satu bank untuk fasilitas cicilan UKT tanpa bunga, untuk memudahkan proses pembayaran UKT.

    “Jika sudah jatuh tempo dan belum bisa membayar juga bisa mengajukan penundaan pembayaran. Selalu kita fasilitasi, yang penting mahasiswa mengomunikasikan,” tambah Supriyadi, M.Sc., Ph.D., CMA., CA., Ak., Wakil Rektor UGM Bidang Perencanaan, Keuangan dan Sistem Informasi.

    Supriyadi menyebut bahwa bantuan UKT yang diberikan UGM kepada mahasiswa selama pandemi  yang jumlahnya mencapai puluhan miliar memberikan tekanan pada keuangan universitas. Pengurangan pada sektor penerimaan juga muncul karena berbagai hal, di antaranya pemotongan anggaran dari pemerintah, pengurangan anggaran penelitian dari Kemenristek, dan lainnya.

    “Memang ada penghematan karena kuliah di rumah maka biaya listrik lebih hemat, namun biaya pemeliharaan dan pembayaran pegawai tetap berjalan. Ada pula pemberian bantuan yang juga memerlukan tambahan alokasi anggaran,” terangnya.[]

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here