More

    JPPI Menilai Dunia Pendidikan Berada Dalam Situasi Darurat Kekerasan

    Di sisi lain, pengamat pendidikan Bukik Setiawan menilai bahwa kekerasan seksual di dunia pendidikan sulit diberantas karena persoalannya tidak hanya terletak pada regulasi, tetapi juga budaya yang telah lama terbentuk. Menurutnya, aturan bisa disusun dalam waktu singkat, tetapi budaya yang memaklumi pelecehan dapat berlangsung bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi. 

    Hal ini menyebabkan munculnya paradoks, di mana lembaga pendidikan telah memiliki aturan dan satuan tugas, tetapi kasus tetap terjadi. “Kekerasan seksual sulit hilang karena pendidikan kita masih terlalu sering melindungi yang kuat, dan belum sungguh-sungguh berpihak pada yang rentan,” tegas Bukik, Rabu (15/4) seperti dikutip dari Detik.

    Ia menjelaskan, terdapat sejumlah faktor utama yang membuat korban kerap memilih diam, salah satunya adalah relasi kuasa yang timpang antara pelaku dan korban. Selain itu, ia menyoroti kecenderungan lembaga yang lebih fokus menjaga nama baik institusi dibandingkan melindungi korban, serta budaya yang masih menormalisasi bentuk-bentuk pelecehan ringan seperti candaan seksual, komentar tidak pantas, hingga intimidasi di ruang digital.

    - Advertisement -

    Menurut Bukik, akar persoalan ini bahkan dapat ditelusuri sejak usia dini, ketika anak tidak diajarkan secara utuh tentang batas, rasa aman, dan penghormatan terhadap orang lain. “Kampus sering hanya menjadi panggung tempat kekerasan itu terbuka, tetapi naskahnya kerap ditulis jauh sebelumnya: di rumah, di sekolah, dan dalam pembiaran sehari-hari yang dianggap sepele,” jelasnya.

    Ia menekankan pentingnya membangun sistem pendidikan yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai penghormatan terhadap tubuh, relasi sehat, serta keberanian untuk bersuara. “Jangan terburu-buru menambah pelajaran baru; benahi terlebih dahulu cara kita mendidik, sebab yang paling kurang sering kali bukan isi kurikulum, melainkan keberpihakan pada anak,” tutupnya.

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here