More

    HOSPITOUR 2026: FHospar UPH Perkuat Talenta Hospitality dan Pariwisata

    Adaptasi sebagai Kunci Bertahan dan Bertumbuh

    Pemahaman tentang pentingnya adaptasi diperdalam melalui Seminar Nasional bertajuk ‘Evolve in Practice: How Hospitality and Tourism Professionals Grow Through Change’. Sesi ini menghadirkan tiga alumni UPH dari berbagai bidang industri, yaitu Leo Satria (Digital Marketing Enthusiast & Culinary Content Creator, alumni Manajemen Perhotelan 2017), Andy Gozali (Sous Chef The Crown by Kirk Westaway Restaurant dan Co-Founder Burnt.id, alumni Manajemen Perhotelan 2011), serta Brian Kennedy (Director Dunia Travel, alumni Usaha Perjalanan Wisata 2017).

    Dalam pengantarnya, Dr. Amelda Pramezwary, A. Par., M.M., CHE., selaku Ketua Program Studi Pengelolaan Perhotelan UPH sekaligus moderator, menekankan pentingnya kemampuan adaptasi dalam menghadapi dinamika industri yang terus berkembang. Ia juga menegaskan bahwa para pelaku hospitality dan tourism perlu mengadopsi strategi EVOLVE yang selaras dengan tema Hospitour 2026, guna tetap relevan, inovatif, dan berdaya saing di era transformasi industri.

    - Advertisement -

    “Perubahan adalah bagian penting dari proses pertumbuhan profesional. Oleh karena itu, akumulasi pengalaman, kedalaman pembelajaran, serta keberanian untuk berinovasi menjadi faktor kunci dalam menjaga relevansi dan daya saing di tengah dinamika perkembangan zaman,” jelasnya.

    Leo Satria membuka diskusi dengan menekankan bahwa passion menjadi titik awal dalam membangun karier. Berangkat dari ketertarikan tersebut, ia mengembangkan diri sebagai content creator bidang Culinary yang mampu menangkap peluang di industri hospitality.

    “Semua bisa dimulai dari apa yang kita sukai. Namun, di tengah perkembangan digital yang cepat, passion perlu diimbangi dengan kemampuan beradaptasi, kemauan untuk terus belajar, dan menjaga konsistensi dalam setiap proses yang dijalani,” pesan Leo.

    Dari perspektif industri perjalanan, Brian Kennedy menyoroti bahwa keterbatasan mobilitas global akibat dinamika geopolitik justru mendorong lahirnya pendekatan baru dalam merancang pengalaman wisata yang lebih dekat, personal, dan relevan dengan kebutuhan wisatawan saat ini.

    “Industri pariwisata menuntut kita untuk peka terhadap perubahan kondisi. Kita tidak hanya menjual perjalanan, tetapi menghadirkan pengalaman yang relevan dan bernilai sesuai kebutuhan wisatawan,” ujarnya.

    Ia juga menyoroti berkembangnya tren family-centric travel. Tren perjalanan ini dirancang untuk menciptakan kedekatan dan mempererat hubungan antaranggota keluarga melalui pengalaman berlibur bersama keluarga yang lebih bermakna.

    Sementara itu, Andy Gozali menghadirkan perspektif dari praktik profesional di industri kuliner. Ia menekankan bahwa industri ini tidak hanya menuntut kualitas produk, tetapi juga konsistensi dalam membangun identitas diri melalui personal branding.

    “Sekarang orang tidak hanya ingin menikmati makanan, tetapi juga mengenal siapa yang ada di balik prosesnya. Di situlah personal branding menjadi elemen penting untuk membangun kepercayaan dan koneksi dengan pelanggan,” ujarnya.

    Ia juga mengingatkan bahwa komunikasi efektif menjadi kunci dalam lingkungan dapur yang dinamis dan penuh tekanan.

    “Kemampuan bekerja dalam tim serta membangun relasi yang baik menjadi faktor krusial dalam mencapai keberhasilan di industri ini,” tambahnya.

    Melalui berbagai perspektif tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa keberhasilan di industri hospitality dan pariwisata tidak hanya bergantung pada keterampilan teknis, tetapi juga pada kesadaran diri, kepekaan melihat peluang, serta kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi.

    Hadirkan Perspektif Industri melalui Guest Lecture

    Bersambung ke halaman selanjutnya –>

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here