Rosihon menambahkan, pembangunan tata kelola kampus yang baik memerlukan dukungan menyeluruh dari seluruh unsur universitas melalui budaya kerja yang sehat, jujur, dan kolaboratif.
“Budaya kerja yang jujur, inovatif, dan akuntabel harus terus lahir dari kampus sebagai nilai yang diperjuangkan bersama, bukan hanya oleh fakultas, tetapi juga universitas. Seandainya target WBK/WBBM belum tercapai pada tahun 2026, maka akan terus dilanjutkan pada tahun berikutnya sebagai bagian dari komitmen bersama. Mudah-mudahan ini menjadi salah satu amal jariah akademik yang kita berikan kepada kampus untuk mewujudkan profesionalisme yang dijunjung tinggi dengan dukungan penuh universitas maupun fakultas,” paparnya.
Dalam kesempatan itu, Inspektur I Itjen Kementerian Agama RI, Ahmadun, S.Ag., M.Pd., CGCAE menekankan bahwa Zona Integritas harus dimaknai sebagai transformasi budaya organisasi yang berkelanjutan. “Keberhasilan pembangunan Zona Integritas ditentukan oleh kemampuan unit kerja dalam mengendalikan risiko yang dapat menghambat pencapaian kinerja, kualitas layanan publik, dan integritas organisasi,” paparnya.
Ia juga menyoroti pentingnya adaptasi teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), dalam memperkuat layanan publik. “Di era digital ini, perubahan menjadi keniscayaan. Zona Integritas penting sebagai upaya mendorong budaya antikorupsi dan pelayanan terbaik. Perubahan pola pikir dan perilaku menuju budaya antikorupsi menjadi hal yang sangat penting. Integritas adalah mahkota pelayanan,” tegasnya.
Dekan FST UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. Hj. Hasniah Aliah, M.Si., menjelaskan pembangunan Zona Integritas di lingkungan fakultas diwujudkan melalui berbagai inovasi layanan dan budaya kerja.
“Keunggulan FST UIN Sunan Gunung Djati Bandung tercermin dari core services fakultas, yakni menghasilkan produk inovasi tridharma perguruan tinggi yang berdaya saing nasional menuju regional, membentuk insan akademik yang kompeten, profesional, dan berakhlak karimah, mewujudkan good faculty governance, serta menghasilkan produk kerja sama yang mendukung peningkatan kualitas tridharma perguruan tinggi,” ujarnya.
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






