Prof. Didik juga menilai pemerintah mulai melakukan penyesuaian terhadap sejumlah program prioritas, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mencatat bahwa pemerintah telah menurunkan alokasi anggaran program tersebut menjadi sekitar Rp268 triliun dan diperkirakan masih akan dilakukan efisiensi lebih lanjut melalui fokus pelaksanaan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Dari sisi penerimaan negara, Prof. Didik melihat adanya perkembangan yang cukup menggembirakan. Pendapatan negara hingga Mei 2026 meningkat sekitar 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan total penerimaan mencapai Rp1.185 triliun.
“Saya kira ini ada faktor sukses Coretax, yang berperan dalam hal ini,” ujarnya mengenai implementasi sistem Coretax yang dinilai membantu meningkatkan efektivitas administrasi perpajakan.
Ia menjelaskan bahwa kenaikan penerimaan pajak terutama ditopang oleh peningkatan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 41 persen secara tahunan, disertai pertumbuhan penerimaan sektor perdagangan, pertambangan, dan manufaktur yang menjadi motor utama pertumbuhan pajak nasional.
Menurut Prof. Didik, implementasi sistem perpajakan yang semakin baik harus diiringi dengan peningkatan kualitas demokrasi dan tata kelola pemerintahan.
“Rakyat membayar pajak dalam jumlah sangat besar kepada negara, yang harus diikuti oleh perwujudan demokrasi secara substansial. Hampir semua negara yang sistem pajaknya baik, sistem demokrasinya juga baik,” tegasnya.
Di sisi belanja negara, Prof. Didik menilai pemerintah memang sedang memperbesar peran negara melalui berbagai program sosial dan ketahanan pangan. Ia mencatat peningkatan belanja untuk ketahanan pangan mencapai 76 persen secara tahunan, termasuk dukungan terhadap petani, subsidi pupuk, dan penguatan cadangan pangan nasional melalui BULOG.
Sementara itu, belanja subsidi dan kompensasi meningkat tajam hingga 208 persen secara tahunan, termasuk realisasi Program Makan Bergizi Gratis yang telah mencapai Rp86,6 triliun sepanjang hampir satu semester pertama tahun ini.
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






