Meski demikian, Prof. Didik memperkirakan realisasi anggaran MBG pada semester kedua tidak akan meningkat secara signifikan karena adanya kebijakan efisiensi dan fokus pelaksanaan di daerah 3T.
Secara keseluruhan, ia optimistis persepsi pasar terhadap ekonomi Indonesia akan terus membaik apabila pemerintah mampu menjaga konsistensi kebijakan fiskal dan memperkuat komunikasi publik.
“Jadi, dengan data-data faktual ini menurut saya kebijakan fiskal masih bisa dijaga dengan disiplin yang lebih baik,” ujarnya.
Prof. Didik juga mengingatkan pentingnya menjaga kredibilitas kebijakan sebagaimana pesan yang sebelumnya disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengenai pentingnya disiplin fiskal dan menjaga kepercayaan pasar.
“Jika pasar melihat konsistensi kebijakan, tata kelola fiskal dan pemerintahan yang baik, dan komunikasi pemerintah yang kredibel, maka kepercayaan lambat laun akan pulih,” pungkasnya.
Menurut Prof. Didik, kombinasi antara membaiknya kondisi eksternal, disiplin fiskal yang terjaga, serta konsistensi kebijakan ekonomi akan menjadi fondasi penting bagi penguatan nilai tukar rupiah, stabilitas pasar modal, dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.






