Selain memperkenalkan budaya Indonesia di Australia, UNJ juga melaksanakan program pengabdian internasional di Tiongkok melalui kegiatan bertajuk Hybrid-Based Physical Fitness Training (Offline-Online) for Indonesian Students in China through the Utilization of Muscledu Digital Media yang berlangsung pada 8–13 Juni 2026 di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing.
Program ini difokuskan pada peningkatan kesehatan dan kebugaran mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Tiongkok melalui pemanfaatan aplikasi Muscledu Digital Media. Aplikasi tersebut menggabungkan metode latihan luring dan daring sehingga peserta dapat mengikuti program kebugaran secara fleksibel dan berkelanjutan.
Tim pengabdian dipimpin Bayu Nugraha bersama Muhammad Gilang Ramadhan, Made Bang Redy Utama, dan Sri Indah Ihsani. Selama kegiatan, mahasiswa Indonesia di China mengikuti latihan secara langsung di KBRI Beijing sekaligus memperoleh pendampingan melalui aplikasi yang memungkinkan perkembangan kebugaran mereka dipantau secara digital.
Prof. Iwan Sugihartono juga menyampaikan apresiasi kepada Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan dapat terlaksana di lingkungan KBRI Beijing. “Kolaborasi antara UNJ, KBRI Beijing, dan komunitas mahasiswa Indonesia di Tiongkok membuktikan bahwa inovasi berbasis teknologi dapat menghadirkan manfaat nyata dalam meningkatkan kualitas hidup, khususnya kesehatan dan kebugaran mahasiswa Indonesia di luar negeri. Ke depan, LPPM UNJ akan terus mendorong lahirnya lebih banyak program pengabdian internasional yang berdampak dan sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs),” ujar Prof. Iwan.
Ia menjelaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat kini tidak lagi terbatas di dalam negeri, melainkan menjadi sarana memperluas jejaring internasional sekaligus menghadirkan solusi bagi kebutuhan masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri.
Melalui aplikasi Muscledu, peserta memperoleh panduan latihan yang terstruktur, pemantauan kondisi kebugaran secara digital, hingga kesempatan berkonsultasi dengan instruktur. Model pelatihan hybrid tersebut diharapkan mampu membangun budaya hidup sehat di kalangan mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di luar negeri.
Selain memberikan manfaat bagi peserta, program ini juga memperkuat hubungan kelembagaan antara UNJ, KBRI Beijing, dan komunitas mahasiswa Indonesia di Tiongkok. Inisiatif tersebut menjadi contoh bagaimana perguruan tinggi Indonesia mampu menghadirkan program pengabdian masyarakat yang menjangkau komunitas internasional melalui inovasi berbasis teknologi.
Kedua program internasional tersebut juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Program di Australia berkontribusi terhadap SDGs 4 (Quality Education), SDGs 10 (Reduced Inequalities), dan SDGs 17 (Partnerships for the Goals), sementara program di Tiongkok mendukung SDGs 3 (Good Health and Well-being), SDGs 4 (Quality Education), serta SDGs 17 (Partnerships for the Goals).
Melalui rangkaian kegiatan ini, UNJ kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga aktif memperluas diplomasi budaya, memperkuat jejaring internasional, serta menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat Indonesia di berbagai belahan dunia.






