More

    UPH Hadirkan Danseskoad TNI, Bekali 1405 Student Leaders Menjadi Pemimpin yang Tangguh, Adaptif, dan Kolaboratif

    omandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Danseskoad), Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Dr. Agustinus Purboyo, S.I.P., M.Tr. (Han)., PGCert., RCDS., saat menjadi pembicara pada sesi ‘Inspirational Sharing’ dalam rangkaian Student Leaders Appreciation and Inauguration 2026 yang diselenggarakan di Grand Chapel, Kampus Utama UPH Lippo Village, Jumat, 10 Juli 2026. (ist)

    JAKARTA, KabarKampus – Perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), disrupsi sosial, konflik global, hingga perubahan nilai antargenerasi menghadirkan tantangan baru bagi setiap pemimpin. Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian tersebut, seorang pemimpin tidak hanya dituntut mampu mengelola organisasi, tetapi juga membangun tim yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi perubahan.

    Untuk membekali mahasiswa menghadapi tantangan tersebut, Universitas Pelita Harapan (UPH) menghadirkan Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Dr. Agustinus Purboyo, S.I.P., M.Tr. (Han)., PGCert., RCDS., Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Danseskoad), sebagai pembicara sesi ‘Inspirational Sharing’ dalam rangkaian Student Leaders Appreciation and Inauguration 2026 yang diselenggarakan pada 10 Juli 2026 di Grand Chapel, Kampus Utama UPH Lippo Village.

    Melalui materi bertajuk Beyond the Storm: Membangun Collective Resilience untuk Organisasi”, Mayjen TNI Dr. Agustinus mengajak para student leaders untuk memandang tantangan sebagai kesempatan bertumbuh sekaligus memperkuat organisasi. Menurutnya, organisasi yang mampu bertahan bukanlah organisasi yang bergantung pada satu sosok pemimpin, melainkan organisasi yang dibangun di atas kepercayaan, kolaborasi, komunikasi yang terbuka, dan kemampuan seluruh anggotanya untuk beradaptasi.

    - Advertisement -

    “Kepemimpinan adalah seni dan ilmu untuk memengaruhi orang lain agar mereka mau mengikuti tujuan bersama secara sukarela. Untuk itu, seorang pemimpin harus menjadi role model yang dapat dipercaya dan membawa tim menuju kondisi yang lebih baik,” ujarnya.

    Sebagai pedoman kepemimpinan, Mayjen Agustinus mengajak para mahasiswa menghidupi falsafah Ki Hajar Dewantara, yakni Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani

    “Saat berada di depan, seorang pemimpin harus mampu memberi teladan. Ketika berada di tengah, ia harus membangun semangat tim dalam menghadapi setiap tantangan. Lalu ketika berada di belakang, ia harus mendorong setiap anggotanya agar mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama. Tiga hal inilah yang menurut saya menjadi fondasi kepemimpinan,” jelasnya.

    Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa organisasi mahasiswa merupakan ruang terbaik bagi mahasiswa untuk membangun karakter kepemimpinan. Melalui organisasi, mahasiswa belajar berkomunikasi, berkolaborasi, mengambil keputusan, hingga bertanggung jawab atas setiap amanah yang diberikan.

    “Manusia bukan makhluk individu. Kita hidup bersama orang lain dan setiap keputusan selalu dipengaruhi oleh interaksi dengan orang lain. Karena itu, organisasi menjadi tempat yang sangat penting untuk belajar berkomunikasi, bekerja sama, dan membentuk karakter kepemimpinan,” tuturnya.

    Menutup sesinya, Mayjen Agustinus mengajak para mahasiswa untuk terus belajar, berani beradaptasi, dan mengandalkan Tuhan sebagai sumber hikmat dalam setiap keputusan.

    “Jadilah pemimpin seperti rajawali. Semakin tinggi tantangan yang dihadapi, semakin matang karakter yang dibentuk. Badai bukan untuk dihindari, melainkan untuk dilampaui. Jangan pernah puas, terus belajar, terus bertumbuh, dan tetap semangat pantang menyerah. Ketika menghadapi kesulitan atau beban yang berat, ingatlah bahwa kebijaksanaan berasal dari Tuhan,” pesannya.

    Melayani, Bertumbuh, dan Menginspirasi

    Bersambung ke halaman selanjutnya –>

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here