Dalam bidang sosial politik, Tia Rahmania, M.Psi., menegaskan bahwa keterwakilan perempuan dalam proses pengambilan keputusan merupakan salah satu indikator demokrasi yang sehat. Menurutnya, persoalannya bukan sekadar berapa banyak perempuan yang menjadi anggota legislatif, tetapi apakah perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berada di tempat keputusan dibuat.
“Demokrasi yang memberikan ruang untuk dipilih dan memimpin bagi Perempuan, adalah demokrasi yang sehat. Sehingga Perempuan juga bisa membentuk kebijakan, dan ikut menentukan arah Pembangunan bangsa.”
Ia menilai keterlibatan perempuan penting karena kebijakan publik bersentuhan langsung dengan kehidupan perempuan, mulai dari kebijakan pangan, pendidikan, kesehatan ibu, ekonomi keluarga, hingga anggaran negara. Ketika perempuan tidak cukup terwakili dalam proses pengambilan keputusan, pengalaman dan kebutuhan perempuan berpotensi tidak terdengar dalam proses penyusunan kebijakan.
Sementara itu, Hendriana Werdaningsih, Ph.D., membahas peran perempuan dalam industri masa depan melalui konsep craftsmanship. Menurutnya, perkembangan teknologi tidak serta-merta menghilangkan peran kerja berbasis keterampilan. Justru, craftsmanship dinilai berpotensi berkembang menggantikan sebagian pola mass production dengan dukungan teknologi.
“Karakter Perempuan akan selalu menjadi nafas dan manufacture masa depan yang lebih manusiawi.”
Menurut Hendriana, craftsmanship tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga karakter kerja yang mampu menghadapi risiko dan kepastian. Pekerjaan tersebut juga berkaitan dengan passion, kolaborasi komunitas, serta produk yang memiliki keseimbangan antara nilai komoditas dan sentuhan personal.
Rangkaian pemikiran para perempuan Paramadina tersebut menunjukkan bahwa refleksi kemerdekaan tidak hanya berbicara mengenai capaian perempuan selama 81 tahun Indonesia merdeka, tetapi juga mengenai ruang yang masih perlu diperluas agar perempuan dapat berperan lebih besar dalam ekonomi, sosial, politik, diplomasi, keluarga, dan industri masa depan.






