
OSAKA-JEPANG, KabarKampus — Youth Break the Boundaries (YBB) menghadirkan Prof. Sastia Prama Putri, Ph.D., ilmuwan Indonesia sekaligus profesor di Graduate School of Engineering, The University of Osaka, Jepang, sebagai pembicara dalam Japan Youth Summit (JYS) 2026 Autumn Edition pada 19–22 Oktober 2026 di Osaka, Jepang.
Dalam sesi simposium internasional, Prof. Sastia memperkenalkan Global Food and Agritech Laboratory serta membagikan pengalaman mengenai perjalanan karier riset, metabolomik, dan teknologi pangan fungsional. Ia menyoroti pentingnya menghubungkan penelitian ilmiah dengan kebutuhan industri agar hasil riset dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menghubungkan Sains dengan Potensi Sumber Daya Lokal
Prof. Sastia menekankan pentingnya riset berbasis permasalahan (problem-driven research) dan kemitraan internasional dalam mengembangkan inovasi yang relevan. Pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak atau multihelix juga dapat membuka peluang untuk memperluas pemanfaatan produk lokal Indonesia, seperti kopi, kakao, tempe, dan buah-buahan, hingga ke pasar internasional.
Selain itu, ia membahas pemanfaatan kembali sumber daya hayati lokal menjadi produk pangan fungsional. Pendekatan ini berpotensi meningkatkan nilai tambah bahan lokal sekaligus mengurangi limbah, sehingga mendukung pengembangan sistem pangan yang lebih berkelanjutan.
Sebagai akademisi yang mendalami bioteknologi, biokimia, dan metabolomik, Prof. Sastia juga aktif mendorong kolaborasi riset antara Indonesia dan Jepang. Ia turut mendirikan Wellness by Bright Squad, yang menghubungkan sains, inovasi, dan kewirausahaan untuk menghasilkan dampak nyata.
Mendorong Generasi Muda Mengembangkan Inovasi Berdampak
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






