More

    Sesak Napas di Realita: Seni Melukis Mooi Indië ala Wali Kota Jakarta Timur

    Oleh: Mufty Arya Dwitama*

    Ilustrasi

    Mooi Indië Abad ke-21: Estetika yang Menutupi Realitas

    Istilah Mooi Indië merujuk pada mentalitas kolonial Hindia Belanda yang menonjolkan keindahan bumi Nusantara demi memuaskan mata pendatang atau penjajah, sembari menyembunyikan penderitaan rakyat di baliknya. DPC GMNI Jakarta Timur menilai konsep usang ini muncul kembali di Jakarta Timur dalam bentuk penataan ruang publik, taman, dan protokol administratif yang indah dipandang secara visual, namun membiarkan persoalan polusi industri tetap akut dan tak tertangani secara struktural.

    - Advertisement -

    Data Faktual: Kegagalan Pengawasan di Balik Pulasan Citra

    Kritik DPC GMNI Jakarta Timur didasarkan pada fakta-fakta lapangan yang dihimpun sepanjang awal tahun 2026 sebagai bukti lemahnya pengawasan wilayah:

    1. Beban Emisi Industri: Kawasan Industri Pulogadung menyumbang sekitar 14% dari total polutan udara di Jakarta. Meski Kementerian Lingkungan Hidup telah mendesak pemasangan pemantau emisi cerobong (CEMS), koordinasi pengawasan di level wilayah Jakarta Timur dinilai masih pasif dan tidak substantif. (Sumber: ANTARA, 2026).

    2. Kebocoran Pengawasan Logistik: Operasi gabungan di kawasan industri Cakung secara konsisten menemukan puluhan kendaraan operasional industri yang gagal uji emisi, mencerminkan rendahnya political will Wali Kota dalam menertibkan sumber polutan bergerak di wilayahnya. (Sumber: VOI, 2026).

    3. Kualitas Udara “Tidak Sehat”: Pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di titik-titik vital Jakarta Timur masih sering menunjukkan kategori tidak sehat, menempatkan warga pada risiko tinggi gangguan pernapasan kronis. (Sumber: ANTARA/IQAir, 2026).

    Political Will: Antara Wewenang Formal dan Keberanian Bertindak

    Bersambung ke halaman selanjutnya –>

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here