More

    Disiplin Fiskal dan Meredanya Tekanan Global Menjadi Sinyal Positif Perekonomian Indonesia

    JAKARTA, KabarKampus – Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, Ph.D., menilai perkembangan ekonomi nasional menunjukkan tren yang semakin positif seiring meredanya tekanan eksternal dan semakin terjaganya disiplin fiskal pemerintah. Menurutnya, membaiknya sentimen pasar tercermin dari penguatan nilai tukar rupiah dan pasar saham yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

    Prof. Didik menjelaskan bahwa salah satu faktor penting yang memengaruhi perbaikan tersebut berasal dari kondisi global, terutama menurunnya harga minyak dunia akibat meningkatnya harapan tercapainya perdamaian di kawasan Timur Tengah.

    “Ada berita baik harga minyak Brent terus menurun. Harga minyak pada puncak krisis perang mencapai 120 dollar AS per barrel dan kini sudah turun lagi sekitar 4 persen menjadi 80 dollar AS per barrel,” ujarnya.

    - Advertisement -

    Ia menambahkan bahwa penurunan harga minyak tersebut dipicu oleh perkembangan positif hubungan Amerika Serikat dan Iran yang mulai mengarah pada kesepakatan damai. Kondisi tersebut membuka peluang normalisasi kembali aktivitas perdagangan energi global, termasuk di Selat Hormuz yang sebelumnya menjadi sumber gangguan pasokan minyak dunia.

    Selain faktor global, Prof. Didik menilai kondisi fiskal Indonesia hingga pertengahan tahun masih berada dalam kondisi yang relatif sehat. Ia mengatakan bahwa kritik mengenai disiplin fiskal perlu dilihat berdasarkan data yang tersedia.

    “Jika saya lihat dari laporan yang ada, dalam pandangan saya kondisi fiskal cukup baik dengan pendapatan dan pengeluaran masih dalam toleransi yang memadai, terutama dalam defisit yang terjadi sampai tengah tahun sekarang ini,” katanya.

    Menurutnya, defisit fiskal hingga Mei 2026 masih terjaga di kisaran 0,7 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sehingga masih memberikan ruang yang cukup aman bagi pemerintah dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

    Bersambung ke halaman selanjutnya –>

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here