
JAKARTA, KabarKampus – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) terus memperkuat kiprahnya di tingkat internasional melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) skema Kolaborasi Internasional. Pada Juni 2026, UNJ menjalankan dua program berbeda di Australia dan Tiongkok yang mengusung misi diplomasi budaya sekaligus inovasi di bidang kesehatan berbasis teknologi.
Di Australia, dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNJ memperkenalkan olahraga serta permainan tradisional Indonesia kepada pelajar melalui program bertajuk Increasing Indonesian Culture Understanding through Traditional Indonesian Sports for Students of Trinity Christian School and Canberra Grammar School.
Kegiatan berlangsung pada 15–20 Juni 2026 di Balai Bahasa Indonesia Canberra, Trinity Christian School, dan Canberra Grammar School. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional melalui olahraga tradisional yang sarat nilai kebersamaan, sportivitas, dan kearifan lokal.
Kegiatan diikuti oleh siswa dari Trinity Christian School dan Canberra Grammar School, pengajar Bahasa Indonesia, peserta pembelajaran Bahasa Indonesia, serta relawan Balai Bahasa Indonesia Canberra. Tim pengabdian dipimpin Eva Yulianti P. W. bersama Iwan Setiawan, Muhammad Gilang Ramadhan, dan Mela Aryani.
Melalui pendekatan interaktif, peserta tidak hanya diperkenalkan dengan budaya Indonesia, tetapi juga diajak berinteraksi langsung melalui berbagai permainan tradisional. Sebelum memasuki sesi utama, seluruh peserta mengikuti Senam Karet, inovasi karya Fahmy Fachrezzy yang menggunakan media karet gelang sebagai sarana meningkatkan kebugaran dan kelenturan tubuh.
Setelah itu, mereka memainkan sejumlah permainan tradisional seperti congklak, gangsing, dan bekel. Selain menghadirkan pengalaman budaya yang menyenangkan, permainan tersebut juga mengajarkan nilai kerja sama, konsentrasi, ketangkasan, sportivitas, hingga filosofi kehidupan masyarakat Indonesia.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para siswa maupun guru aktif mengikuti setiap sesi sekaligus menunjukkan ketertarikan terhadap makna budaya di balik setiap permainan. Pendekatan praktik langsung tersebut membuat pembelajaran Bahasa Indonesia menjadi lebih kontekstual dan mudah dipahami.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNJ, Prof. Iwan Sugihartono, menyampaikan apresiasi kepada Atase Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk Australia, Prof. Yuli Rahmawati, atas dukungan yang diberikan sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan baik.
“Olahraga dan permainan tradisional merupakan bagian dari identitas budaya bangsa yang memiliki nilai edukatif, sosial, dan karakter. Melalui kegiatan ini, UNJ ingin memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional sekaligus mempererat hubungan pendidikan dan kebudayaan antara Indonesia dan Australia,” ujarnya seperti dikutip dair situs UNJ.
Melalui kegiatan tersebut, UNJ menegaskan bahwa olahraga tradisional tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas rekreasi, tetapi juga menjadi media diplomasi budaya yang efektif untuk mempererat hubungan antarnegara. Program ini sekaligus memperkuat kolaborasi antara UNJ, Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di Australia, Balai Bahasa Indonesia Canberra, Trinity Christian School, dan Canberra Grammar School dalam mengembangkan pembelajaran Bahasa Indonesia yang terintegrasi dengan pengenalan budaya.
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






