More

    Kuliah Makin Mahal, Benarkah Kampus Negeri Sudah Tak Lagi Ramah Mahasiswa?

    Ilustrasi.

    Selama bertahun-tahun, kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN) selalu dianggap sebagai jalan paling masuk akal untuk mengejar pendidikan tinggi tanpa harus membebani kondisi keuangan keluarga. Dibanding kampus swasta, biaya kuliah di PTN dikenal lebih terjangkau karena mendapat subsidi dari negara.

    Namun, anggapan itu perlahan mulai dipertanyakan. Dalam beberapa tahun terakhir, polemik mengenai Uang Kuliah Tunggal (UKT) hampir selalu muncul setiap musim penerimaan mahasiswa baru. Di media sosial, semakin banyak mahasiswa yang mengaku keberatan dengan besaran UKT yang mereka terima. 

    Sebagian bahkan memilih mengundurkan diri setelah dinyatakan lolos karena merasa biaya kuliah sudah di luar kemampuan keluarga. Pertanyaannya kemudian sederhana: apakah kampus negeri memang semakin mahal, atau justru kondisi ekonomi masyarakat yang membuat biaya tersebut terasa semakin berat?

    - Advertisement -

    Perdebatan soal biaya kuliah sebenarnya bukan hal baru. Hampir setiap tahun muncul aksi mahasiswa yang menuntut evaluasi UKT. Bahkan beberapa kampus sempat menjadi sorotan nasional karena menetapkan kelompok UKT yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi mahasiswa.

    Di atas kertas, sistem UKT dibuat agar mahasiswa dari keluarga mampu membayar lebih besar sehingga mahasiswa dari keluarga kurang mampu dapat membayar lebih rendah. Konsepnya adalah subsidi silang. Masalahnya, praktik di lapangan tidak selalu berjalan semulus teorinya.

    Tak sedikit mahasiswa yang mengaku berasal dari keluarga berpenghasilan pas-pasan tetapi justru masuk kelompok UKT tinggi. Akibatnya, proses banding UKT menjadi agenda rutin setiap awal semester. Hal yang sering terlupakan dalam diskusi soal biaya pendidikan adalah bahwa UKT hanyalah sebagian kecil dari total pengeluaran mahasiswa.

    Bagi mahasiswa yang harus merantau, biaya hidup sering kali jauh lebih besar daripada uang kuliah itu sendiri. Biaya kos, makan, transportasi, buku, internet, tugas kuliah, hingga kebutuhan sehari-hari bisa menghabiskan jutaan rupiah setiap bulan. 

    Bahkan ketika seorang mahasiswa mendapat UKT rendah, bukan berarti beban ekonominya otomatis ringan. Inilah alasan mengapa banyak calon mahasiswa akhirnya mengurungkan niat kuliah meski telah diterima di PTN.

    Kampus Negeri Ikut Tertekan

    Bersambung ke halaman selanjutnya –>

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here