
TANGGERANG, KabarKampus – Memiliki gelar pendidikan tinggi belum tentu menjadi jaminan seseorang telah sepenuhnya siap memasuki dunia kerja. Tantangan tersebut semakin terlihat dari kondisi ketenagakerjaan di Indonesia, ketika lulusan perguruan tinggi juga masih menghadapi persoalan pengangguran dan ketidaksesuaian antara kompetensi dengan kebutuhan industri.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,28 juta orang pada Februari 2025. Dalam periode yang sama, proporsi pengangguran dari kelompok berpendidikan Diploma IV, S1, S2, dan S3 meningkat dari 12,12 persen pada Februari 2024 menjadi 13,89 persen.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan dengan pengetahuan akademik. Perguruan tinggi juga perlu membantu mahasiswa memahami dunia profesional, memperoleh pengalaman, serta mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan setelah lulus.
Salah satu pendekatan tersebut dikembangkan oleh Universitas Pembangunan Jaya (UPJ). Melalui ekosistem Pembangunan Jaya, kampus berupaya menghubungkan pembelajaran akademik dengan pengalaman langsung di lingkungan profesional. Berbagai program disiapkan untuk memberikan ruang bagi mahasiswa mengenal dunia industri, mulai dari Jaya Bridge, internship, proyek industri, penelitian terapan, mentoring bersama praktisi, hingga program pengembangan karier.
Pendekatan ini menjadi bagian dari konsep Living Lab UPJ, yang menjadikan persoalan nyata, lingkungan masyarakat, industri, dan praktisi sebagai bagian dari proses pembelajaran mahasiswa. “Melalui ekosistem Pembangunan Jaya, UPJ memiliki kesempatan untuk mempertemukan pembelajaran di kampus dengan pengalaman di industri. Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu melihat persoalan, bekerja bersama praktisi, dan mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masa depan,” ujar Rektor UPJ, Elisabeth Rukmini di Kampus UPJ Bintaro, Tangerang, pada Kamis (27/8), seperti dikutip dari Suara Merdeka.
232 Mahasiswa Telah Mengikuti Program Internship
Keterhubungan mahasiswa dengan dunia profesional juga tercermin dalam pelaksanaan program magang di berbagai unit dalam ekosistem Pembangunan Jaya. Dalam periode Tahun Akademik 2024/2025 hingga semester gasal Tahun Akademik 2026/2027, tercatat sebanyak 232 mahasiswa UPJ telah mengikuti program internship.
Jumlah tersebut terdiri atas 112 mahasiswa pada Tahun Akademik 2024/2025, kemudian 74 mahasiswa pada Tahun Akademik 2025/2026, serta 46 mahasiswa pada semester gasal Tahun Akademik 2026/2027. Sementara melalui program The Bridge, sebanyak 46 lulusan UPJ telah terhubung dengan dunia profesional dalam periode Tahun Akademik 2023/2024 hingga Tahun Akademik 2025/2026.
Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut tidak hanya berkaitan dengan kesempatan bekerja di lingkungan profesional. Interaksi dengan praktisi juga dapat membantu mereka memahami bagaimana sebuah organisasi berjalan, menghadapi persoalan, dan mengambil keputusan dalam situasi nyata.
“Living Lab bagi kami bukan hanya tentang lokasi belajar di luar kampus. Yang lebih penting adalah bagaimana mahasiswa mendapatkan pengalaman menghadapi persoalan nyata, berinteraksi dengan praktisi, dan memahami sebuah pengetahuan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk kesiapan mereka memasuki dunia profesional,” kata Presiden UPJ, Frans Sunito.
Hubungan antara pendidikan dan industri menjadi semakin penting ketika perubahan dunia kerja berlangsung dengan cepat. Mahasiswa tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik, tetapi juga pemahaman terhadap lingkungan kerja, kemampuan beradaptasi, komunikasi, dan pengalaman menghadapi persoalan secara langsung.
Salah satu gambaran penerapan konsep tersebut terlihat melalui kegiatan UPJ Connect 2026: Connecting Education, Industry, and Future Talent. Dalam kegiatan tersebut, peserta mengunjungi BXSea Oceanarium yang merupakan bagian dari ekosistem Pembangunan Jaya. Kunjungan tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana lingkungan industri dapat menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa.
Melalui presentasi dan experience tour, peserta mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat operasional sebuah unit bisnis dan melihat penerapan berbagai kompetensi dalam lingkungan profesional. Pimpinan Unit BXSea Oceanarium Sri Agung Agus Putranto menilai interaksi langsung antara mahasiswa dan dunia industri dapat membantu generasi muda memperoleh pemahaman yang lebih konkret mengenai kebutuhan dunia kerja.
“Industri membutuhkan talenta yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memahami bagaimana sebuah organisasi bekerja dan memberikan nilai bagi masyarakat. Kolaborasi seperti ini membuka ruang bagi generasi muda untuk melihat industri secara langsung sekaligus memahami kompetensi yang dibutuhkan di dalamnya,” ujarnya.
Pengalaman Dimulai Sejak Menjadi Mahasiswa Baru
Bersambung ke halaman selanjutnya –>






