More

    Skripsi Selesai, Tapi Kenapa Malah Muncul Quarter Life Crisis?

    Menyelesaikan skripsi sering dianggap sebagai garis akhir dari perjuangan panjang selama kuliah. Setelah berbulan-bulan bergelut dengan revisi, bimbingan dosen, hingga sidang akhir, banyak mahasiswa membayangkan hidup akan terasa lebih ringan. Namun, kenyataannya tidak sedikit yang justru mengalami kebingungan setelah skripsi selesai.

    Alih-alih merasa lega, sebagian lulusan baru mulai mempertanyakan langkah berikutnya. Mereka dihadapkan pada pertanyaan yang sebelumnya mungkin belum terlalu dipikirkan. Kapan mulai bekerja? Haruskah langsung melanjutkan kuliah? Apakah bidang yang dipelajari selama kuliah benar-benar sesuai dengan pekerjaan yang diinginkan?

    Kondisi tersebut sering dikaitkan dengan quarter life crisis, yaitu fase ketika seseorang di usia 20-an mengalami kebingungan, kecemasan, atau keraguan terhadap masa depan. Meski bukan gangguan psikologis, fase ini cukup umum dialami oleh mahasiswa tingkat akhir maupun fresh graduate.

    - Advertisement -

    Setelah skripsi selesai, status sebagai mahasiswa perlahan berubah menjadi pencari kerja. Perubahan ini membawa tanggung jawab baru yang tidak selalu mudah dihadapi. Di satu sisi, ada ekspektasi keluarga agar segera mendapatkan pekerjaan. 

    Di sisi lain, banyak perusahaan justru mencari kandidat yang sudah memiliki pengalaman kerja. Akibatnya, tidak sedikit lulusan baru yang merasa tertinggal meski baru saja menyelesaikan pendidikan. Media sosial juga sering memperbesar tekanan tersebut. 

    Unggahan teman yang sudah diterima bekerja, lolos beasiswa, atau membangun usaha sendiri membuat sebagian orang tanpa sadar mulai membandingkan pencapaiannya dengan orang lain. Padahal, setiap orang memiliki kondisi dan perjalanan yang berbeda.

    Banyak mahasiswa menganggap kelulusan akan menjawab seluruh kegelisahan selama kuliah. Nyatanya, kelulusan justru menjadi awal dari fase kehidupan yang baru. Dunia kerja memiliki tantangan yang berbeda dengan dunia kampus. Tidak ada lagi jadwal kuliah yang teratur atau target semester yang jelas. 

    Lulusan baru dituntut mengambil keputusan sendiri, mulai dari menentukan arah karier, mengembangkan kemampuan baru, hingga mengelola kondisi keuangan. Situasi tersebut membuat sebagian orang merasa kehilangan arah karena belum memiliki gambaran yang pasti tentang masa depannya.

    Tidak Semua Orang Harus Langsung Berhasil

    Bersambung ke halaman selanjutnya –>

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here