More

    Jakarta Hari Ini Esok Tetap Macet

    Ahmad Fauzan

    Persoalan serius kota Jakarta yakni lalu lintas yang macet. FOTO : Swaberita

    JAKARTA,KabarKampus—Jakarta sebagai Ibu kota negara punya seribu persoalan, salah satunya lalu lintas yang macet. Mencermati persoalan serius ini, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Trisakti, menggelar Dialog Umum bertajuk “Berkaca Dari Jakarta Hari Ini, Gemilang Untuk Hari Esok” di Kampus A, Trisakti, Jakarta, Kamis (10/11).

    Faisal Basri, salah satu pembicara, mengatakan bahwa pembangunan fly over atau jalan layang, hanya untuk memanjakan orang orang kaya yang punya mobil. Namun pembangunan transportasi publik dikesampingkan, seperti busway yang tidak diurus.

    - Advertisement -

    “Seharusnya  pembenahan itu dilakukan  untuk pelayanan publik seperti kereta api, busway yang harus ditingkatkan.”

    Faisal menyayangkan tata kota Jakarta yang semakin semerawut. Menurutnya yang menentukan tata kota, rute kota, dan pembangunan jalan itu bandar atau pengusaha.

    “Akar persoalan kemacetan Jakarta adalah Pemda yang mau didikte pengusaha, ini hakekatnya,” kata Faisal.

    Wakil Gubernur Jakarta, Mayjend (Purn) Prijanto mengibaratkan Jakarta bak meja yang sudah penuh dengan gelas namun akan ditambah  dengan gelas yang lain lagi. Menurutnya pemerintah sudah mengupayakan solusi dengan meningkatkan kapasitas jalan, seperti pembangunan fly over dari Tanah Abang-Kampung Melayu, penambahan jumlah transportasi, dengan melakukan proses pembangunan subway, dan pembatasan pembatasan seperti three in one.

    Dosen teknik sipil Universitas Trisakti, Fransiskus Tribiantara melihat persoalan kota Jakarta sebagai akibat dari pemerintah yang tidak memiliki budaya perencanaan,”Yang dilakukan pemerintah saat ini adalah  trobosan. Seperti terobosan melarang truck masuk tol kota yang berakibat ongkos angkutan naik.”

    Kenyataannya Jakarta masih saja macet.[]

     

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here