Ahmad Fauzan
JAKARTA, KabarKampus – Untuk mencipatakan jiwa entrepreneur muda yang berdaya saing global, mahasiswa Universitas Nasional (Unas) menggelar bazar yang diperuntukkan bagi mahasiswa di pelataran parkir Unas, Jakarta, Kamis (15/12).
Kegiatan ini diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai jurusan di Unas, mereka menjual makanan, pakaian, asesoris, dan berbagai produk lainnya.
Rahayu mahasiswa jurusan pertanian Unas, menjual produk daur ulang pewangi ruangan dari sisa sabun. Ia mengumpulkan sisa sabun yang kemudian dipotong kecil kecil, dan ditaruh ke dalam mangkuk plastik, kemudian dihias agar nampak menarik.
Pewangi hasil coba-coba tersebut harum baunya. Rahayu menjual dengan harga 10 ribu. Selain itu ia juga menjual tas dari eceng gondok.
Menurut Rahayu pewangi sabun hasil idenya tersebut wanginya dapat bertahan selama 1 bulan. Dapat diletakkan di ruang tamu atau kamar mandi. Rahayu menerapkan konsep green entrepreneurship sebagai konsep bisnisnya.
“Produk yang ramah lingkungan dan hasil daur ulang salah satunya akan berdaya saing global,” tutur Rahayu.
Sedangkan Yugo, menganggap bisnis makanan mempunyai peluang dikemudian hari. Mahasiswa Sastra Indonesia ini menjual resoles dan puding yang diperolehnya dari pasar pagi BLok M, Jakarta.
Menurut Yugo, makanan adalah salah satu usaha yang dapat berdaya saing global asalkan enak rasanya dan inofatif. Resoles yang dijualnya termasuk yang inovatif karena isinya adalah daging dan mayones. “Makanan ini dijamin enak,” ungkap Yugo.
Oceany sebagai penyelengara acara mengharapkan dapat membangun jiwa entrepreneurship dikalangan mahasiswa agar setelah lulus bisa membuat usaha sendiri. Event ini diselenggarakan The Green Entrepreuner Society, event organiser mahasiswa Unas yang diketuai Oceany.
Acara yang berlangsung tanggal 14-15 Desember ini cukup ramai dikunjungi mahasiswa Unas.[]