More

    Persatuan Pedagang Kecolongan Dengan Penggusuran Stasiun Pocin

    Ahmad Fauzan Sazli

    14 01 2013 ST POCIN_FZN 03

    Seorang pedagang duduk di bersama pedagang lain memblokir jalur kereta di stasiun Pondok Cina, Senin, (14/01/2013). FOTO : AHMAD FAUZAN SAZLI

    - Advertisement -

    DEPOK, KabarKampus – Aksi demontrasi lebih dari seratus Persatuan Pegiat Usaha Stasiun se-Jabodetabek di Istana Negara, tak berlangsung lama. Mereka tiba-tiba membubarkan diri.

    Aksi tersebut bubar setelah sejumlah demontran mendapat kabar bahwa stasiun Pocin dibongkar. Mereka pun bergegas, sebagian besar dari mereka berangkat menggunakan kereta ekonomi menuju stasiun Pondok Cina, Depok.

    “Kami kecolongan. Mereka membongkar disaat kami sedang demo di istana,” kata Yusri, koordinator pedagang Citayam kepada KabarKampus, senin, (14/01/2013).

    Menurut Yusri, sebagian dari pedagang di stasiun Pocin ikut demontrasi ke Istana. Sedangkan yang berjaga di sana hanya beberapa pedagang saja. “PT.KAI memang tidak punya hati nurani,” ujar Yusri geram.

    Yusri mengungkapkan, bahwa PT.KAI kerap mengambil kesempatan menggusur kios pedagang disaat para pedagang lengah. Seperti yang terjadi di stasiun Citayam. Kios di Citayam dibongkar pada malam hari. Begitupun kios di Lenteng Agung yang dibongkar pada saat mahasiswa dan kepala stasiun berdialog.

    “PT.KAI sudah tidak peduli dengan HAM. Mereka membongkar paksa kios kami tanpa dialog,” katanya.

    Menurut Yusri, membela pedagang Pocin merupakan bentuk solidaritas pedagang untuk mengembalikan hak pedagang yang dicabut paksa oleh PT.KAI.

    Setiba di stasiun Pocin, para pedagang kemudian memblokade stasiun Pocin. Aksi tersebut dilakukan setelah sejumlah preman memukuli mahasiswa membongkar paksa kios di stasiun Pocin.()

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here