More

    Masa Depan Anak Muda Dalam Agenda Pembangunan Paska 2015

    Frino Bariarcianur

    Foto Bali Post 2015 2

    BALI, KabarKampusPara pemimpin dunia tengah membahas soal Agenda Pembangunan Paska 2015 di Bali. Pertemuan Panel Tingkat Tinggi ini membahas strategi Pencapaian Millenium Development Goals (MDGs). Seberapa penting sih pertemuan itu bagi anak muda?

    - Advertisement -

    Dalam pertemuan yang diberi nama “Youth Multistakeholder Meeting on Post 2015” di Swiss-Bel Hotel Bay View, Nusa Dua, Bali, 24-25 Maret 2013, terungkap bahwa anak muda di dunia harus disertakan dalam pengambilan kebijakan agenda pembangunan paska 2015.

    Hal ini bukan tanpa alasan. Saat ini saja, jumlah anak muda dunia mencapai 43 % dari keseluruhan populasi. Artinya MDGs itu juga akan mengenai kehidupan anak muda. “Oleh karena itu perlu disertakan dalam pengambilan kebijakan dalam menyusun Agenda Pembangunan Paska 2015,” ungkap Ketua Penyelenggara Muhammad Iman Usman dari Indonesian Future Leaders (IFL) kepada Kabarkampus.

    Dia berpendapat pertemuan anak muda ini penting untuk menyusun strategi penyampaian pesan dan kepentingan anak muda kepada High Level Panel of Eminent Person (HLPEP) yang akan membuat laporan dari berbagai proses konsultasi global untuk Agenda Pembangunan Pasca 2015.

    Kepentingan anak muda terutama anak muda yang termarjinalkan meliputi akses kesehatan, pendidikan, penanggulangan HIV/AIDS, ketenagakerjaan serta hak-hak warga negara tanpa diskriminasi.

    “Anak muda dari kelompok marjinal perlu dijamin akses kesehatan seperti layanan kesehatan reproduksi dan seksual termasuk HIV dan AIDS,” ungkap Thaw Zin Aye, peserta dari Myanmar yang juga mewakili Youth LEAD, sebuah organisasi yang bergerak pada bidang HIV/AIDS di Asia Pasifik.

    Lebih lanjut ia menegaskan selama ini akses terhadap layanan kesehatan masih sangat terbatas bagi anak muda yang tidak menikah, tidak memiliki dukungan keuangan, dan jauh dari pusat layanan kesehatan.

    Sementara peserta dari Kenya, Willice Onyango, berpendapat agar Agenda Pembangunan Pasca 2015 mampu mengakomodasi isu pendidikan, ketenagakerjaan dan kesehatan.

    “Anak muda harus mendapatkan akses pendidikan yang komprehensif, relevan dan terjangkau. Selain itu di bidang ketenagakerjaan, anak muda harus diberdayakan sehingga menjadi pencipta lapangan pekerjaan,” kata Willice Onyango yang menjabat sebagai Chairperson of International Youth Council.

    Acara “Youth Multistakeholder Meeting on Post 2015” diikuti sekitar 100 anak muda dari 26 negara. Mereka mewakili 60 organisasi kepemudaan yang tersebar di seluruh dunia. Sementara Pertemuan Panel Tingkat Tinggi yang juga digelar di Bali, 26-27 Maret 2013.

    Benarkah Agenda Pembangunan Paska 2015 melibatkan kepentingan anak muda? Benarkah MDGs itu akan mengakomodasi anak muda marjinal di dunia? []

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here