More

    Sisi Lain Jakarta Dalam Lensa Mahasiswa

    Ahmad Fauzan Sazli

    16 03 2013 Pameran FOTO KLISE FOTOGRAFI UIN JKT

    Dua pengunjung tengah mengamati salah satu foto cerita anggota Klise Fotografi dalam pameran foto “See See Jakarta, di Panna Foto Institute, Jakarta, Sabtu, (13/03/2013). FOTO : AHMD FAUZAN SALI

    - Advertisement -

    Kota Jakarta adalah kota yang penuh dengan dinamika. Kota ini tak lepas dari rutinitas. Ada macet setiap hari, dunia malam yang selalu ramai, kemiskinan, hingga tim sepak bola kebanggaan. Selain itu kota Jakarta juga merupakan kota yang banyak menyimpan cerita mengenai sejarah negeri ini.

    Dinamika kota Jakarta itu hadir dalam 32 jepretan kamera fotografer Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta. Sebanyak delapan mahasiswa UIN Jakarta mengakatnya dalam pameran foto bertajuk “See See Jakarta” di Panna Foto Institute, Kemang Jakarta, Sabtu, (16/03/2013).

    Salah satunya adalah foto karya Arsita Murtisari berjudul “Level”. Foto Arsita menceritakan ironi kehidupan di pinggir pantai Jakarta. Salah satu foto Arsita memperlihatkan rumah besar dua lantai dengan motor speed boat bersandar di depan rumahnya. Sementara foto lain memperlihatkan rumah kecil milik nelayan dengan sampan kecil yang bersandar di bawah rumah tersebut.

    Selanjutnya adalah karya Agus Salim Pribadi Harahap. Karya foto Agus mengakat dunia malam di Jakarta. Diantaranya adalah foto seorang DJ yang sedang menghentak pengunjung club Jakarta, seorang guy bernyanyi dalam sebuah pesta, serta kemacetan Jakarta di malam hari.

    Lain lagi dengan foto karya Surya Anatama Sembiring. Ia mengangkat patung-patung bersejarah di Jakarta. Patung-patung itu yakni MH Thamrin, Chairil Anwar, Pangeran Diponegoro, serta Patung Pemuda. Semua patung-patung tersebut diambil secara siluet oleh Surya.

    Kemudian  foto karya Hanna Sayyida. Foto Hana menceritakan loyalitas dan semangat para pendukung Persija dalam sebuah pertandingan sepak bola di Gelora Bung Karno. Foto Hana anatara lain, dua pendukung persija yang meniupkan terompet diatas pagar sesaat setelah Persija mencetak goal. Kemudian pengibaran bendera Ultras Persija dan bendera Indonesia, serta boneka tiger yang disulap menajadi boneka macan Kemayoran.

    “Kami ingin menunjukkan sisi lain Jakarta,” kata Aldi Haryo Shidieq, ketua Klise Fotografi UIN di sela-sela pameran.

    Menurutnya, bahwa Jakarta itu tidak hanya macet, rusuh, dan sebagainya. Ada sisi lain Jakarta, seperti loyalitas dan kreatifitas pendukung Persija, ironi si kaya dan si miskin, dan sebagainya.

    Aldi menjelaskan, bahwa pameran ini merupakan pameran angkatan kedua dari komunitas foto di UIN setelah sebelumnya mengangkat tema Islam di Indonesia.

    Pameran foto “See See Jakarta” akan berlangsung dari tanggal 16 – 27 Maret 2012. Pameran ini berlangsung secara berpindah –  pindah. Dari tanggal 16 – 19 Maret 2013 di Panna Foto Institute , 21 – 23 Maret di Universitas Al-Azhar Jakarta, dan pada tanggal 25 – 27 Maret di UIN Jakarta.[]

    - Advertisement -

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here